INFOTANGERANG.ID- Sebuah video viral usal banjir Sumatera yang melanda wilayah Padang, Sumatera Barat, membawa serta kayu-kayu gelondongan dalam jumlah besar.

Pemandangan ini langsung menyita perhatian publik karena volume kayu yang terbawa arus terlihat sangat banyak.

Video amatir setelah banjir Sumatera yang beredar di media sosial memperlihatkan gelondongan kayu itu terseret derasnya air.

Banyak warga kemudian mengaitkan temuan tersebut dengan dugaan aktivitas penebangan liar di kawasan hulu.

Setelah air surut, potongan kayu berukuran besar terlihat menumpuk di sepanjang garis pantai.

Kondisi ini memperlihatkan betapa kuatnya aliran banjir hingga mampu menyeret material dari pegunungan menuju pesisir.

Kayu-kayu tersebut kini memenuhi area pantai, menjadi bukti nyata besarnya dampak banjir bandang yang menerjang Padang dalam beberapa hari terakhir.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Voxnetizens (@voxnetizens)

Tanggapan Kementerian Kehutanan Soal Video Kayu Gelondongan usai Banjir Sumatera

Kementerian Kehutanan akhirnya memberikan penjelasan terkait beredarnya video viral kayu gelondongan usai terseret banjir Sumatera tersebut.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menelusuri asal usul kayu-kayu yang terlihat dalam rekaman tersebut.

Menurut Dwi, hasil analisis menunjukkan ada tiga jenis sumber kayu yang ikut hanyut saat banjir.

“Dari pemeriksaan kami, kayu yang terbawa banjir berasal dari tiga kategori: kayu tua yang sudah lapuk, kayu dari pohon yang tumbang akibat cuaca ekstrem, serta kayu dari lokasi penebangan,” jelasnya dalam konferensi pers pada Jumat (28/11).

Ia menambahkan bahwa kayu yang berasal dari area penebangan ditemukan di beberapa titik, terutama di wilayah berstatus APL (Areal Penggunaan Lain) yang dikelola oleh pemilik hak atas tanah.

“Kayu dari aktivitas penebangan ini umumnya berasal dari lahan PHT di kawasan APL. Sementara kayu yang tumbuh alami tetap harus mengikuti ketentuan kehutanan dan tercatat dalam sistem SIPU,” lanjutnya.

Dwi juga menegaskan bahwa proses pengesahan legalitas kayu di APL tidak bisa dilakukan sembarangan karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, camat, hingga dinas yang menangani sektor kehutanan.

“Semua dokumen legalitas kayu ditandatangani oleh perangkat desa, camat, dan dinas kehutanan. Jadi ada prosedur yang harus dipenuhi oleh para pemegang hak lahan,” tuturnya.

88 Korban Tewas Akibat Banjir Sumatera

banjir sumatera
Foto udara sejumlah rumah bendungan diterjang banjir bandang di kawasan Gunung Nago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa total korban meninggal akibat banjir dan longsor di wilayah itu telah mencapai 86 orang, sementara 88 orang lainnya masih dalam pencarian.

“Ini data terbaru per Jumat (28/11) malam,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, dikutip Antara, Sabtu (29/11/2025).

Rahmat merinci bahwa 86 korban tersebut tersebar di lima kecamatan.

Kecamatan Malalak (banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur) mencatat 10 korban jiwa.

Kecamatan Tanjung Raya (longsor di Ariki, Nagari Dalko) mencatat 2 korban.

Kecamatan Matur (longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak) mencatat 1 korban.

Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan korban terbanyak akibat banjir bandang, mencapai 74 orang di beberapa jorong seperti Koto Alam, Sumbangan, Kampuang Tangah, dan Kampung Tangah Timur.

Rahmat menambahkan bahwa seluruh jenazah yang ditemukan telah dimakamkan di pemakaman keluarga masing-masing.

Sementara itu, masih ada 88 orang yang belum ditemukan, tersebar di beberapa titik seperti Jorong Toboh dan kawasan Sungai Batang Antokan di Kecamatan Lubuk Basung.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pagi ini dengan mengerahkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Satpol PP, hingga relawan dan kelompok siaga bencana setempat. Tim juga membantu mengevakuasi warga yang terjebak karena akses jalan terputus.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter