INFOTANGERANG.ID-  Nyeri di bagian belakang tumit kerap dianggap keluhan sepele, bahkan bisa menjadi tanda awal cedera tendon Achilles, salah satu tendon terbesar dan terkuat di tubuh manusia yang berperan vital dalam aktivitas harian.

Tendon Achilles menghubungkan otot betis, yakni gastrocnemius dan soleus, dengan tulang tumit atau calcaneus. Perannya sangat krusial saat berjalan, berlari, hingga melompat.

Tak heran, ketika tendon ini bermasalah, mobilitas seseorang bisa terganggu secara signifikan.

Cedera tendon Achilles cukup sering ditemukan, terutama pada mereka yang aktif berolahraga seperti pelari, pemain basket, futsal, hingga olahraga lain yang menuntut lompatan dan perubahan arah mendadak.

Tanpa penanganan yang tepat, cedera ini tidak hanya menimbulkan nyeri berkepanjangan, tetapi juga berisiko menurunkan kualitas hidup.

Secara medis, cedera tendon Achilles dapat berupa peradangan (tendinitis), perubahan jaringan akibat penggunaan berlebih (tendinosis), hingga robekan parsial maupun total yang membutuhkan penanganan lebih serius.

Faktor Pemicu Cedera Tendon Achilles

Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera tendon Achilles, di antaranya:

  • Peningkatan intensitas atau frekuensi latihan secara tiba-tiba
  • Penggunaan sepatu olahraga yang tidak sesuai atau sudah kehilangan daya topang
  • Otot betis yang kaku dan kurang fleksibel
  • Kelainan struktur kaki, seperti flat foot atau kaki datar
  • Riwayat cedera sebelumnya atau penyakit tertentu, termasuk diabetes

Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat tendon bekerja lebih keras dari kapasitas normalnya.

Kenali Gejalanya Sejak Dini

Gejala cedera tendon Achilles umumnya berkembang bertahap. Beberapa tanda yang sering dirasakan antara lain:

  • Nyeri di belakang tumit, terutama saat bangun tidur
  • Sensasi kaku atau tertarik saat mulai berjalan
  • Nyeri yang bertambah saat berlari, melompat, atau menaiki tangga
  • Muncul penebalan atau benjolan kecil di sepanjang tendon
  • Pada kasus robekan total, terdengar bunyi seperti “pop” dan kesulitan berdiri jinjit

Jika gejala ini muncul dan tak kunjung membaik, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Langkah Penanganan

Penanganan awal bertujuan untuk meredakan nyeri dan mencegah perburukan cedera. Beberapa langkah yang biasanya dilakukan meliputi:

  • Mengistirahatkan kaki dari aktivitas berat
  • Kompres es secara berkala pada area nyeri
  • Konsumsi obat anti-inflamasi sesuai anjuran dokter
  • Menggunakan sepatu dengan penyangga tumit atau insole khusus
  • Pada kondisi kronis atau robekan berat, dokter dapat merekomendasikan tindakan lanjutan hingga pembedahan, tergantung tingkat keparahan cedera.

Untuk penanganan yang lebih komprehensif, Orthosports Wellness Center RS Premier Bintaro menghadirkan program rehabilitasi dan rekondisi yang terarah dan terintegrasi. Program ini mencakup latihan eksentrik untuk memperkuat otot betis, peregangan otot gastrocnemius dan soleus, latihan penguatan fungsional secara bertahap dan evaluasi biomekanik kaki dan pola berjalan

Seluruh program disesuaikan dengan tingkat keparahan cedera, kebutuhan, serta target aktivitas pasien, dengan tujuan mempercepat pemulihan sekaligus mencegah cedera berulang di kemudian hari.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter