INFOTANGERANG.ID- Upaya penanganan kebakaran gudang kimia di Tangsel memasuki babak baru.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerjunkan tim khusus untuk menguji kualitas udara di lokasi kebakaran gudang kimia yang terjadi pada Senin 9 Februari 2026 lalu.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada sisa gas berbahaya maupun residu zat kimia yang berpotensi mengancam keselamatan warga sekitar.

Uji Gas Berbahaya hingga ke Dalam Gedung

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH, Rasio Ridho Sani, menyampaikan bahwa tim yang diturunkan memiliki keahlian khusus dalam mendeteksi serta memulihkan paparan bahan kimia berbahaya.

Proses pengecekan tidak hanya dilakukan di area terbuka, tetapi juga menjangkau bagian dalam gedung yang hangus terbakar.

Pemeriksaan ini menjadi krusial mengingat potensi gas sisa kebakaran dapat bertahan di ruang tertutup.

KLH juga meminta agar akses menuju lokasi gudang dibatasi sementara waktu hingga area benar-benar dinyatakan aman. Pembatasan tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko paparan zat kimia terhadap masyarakat maupun pihak yang berkepentingan.

Gudang PT Biotek Saranatama Disegel

Gudang kimia milik PT Biotek Saranatama resmi disegel KLH pada Jumat 13 Februari 2026. Penyegelan dilakukan bersamaan dengan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, ke lokasi kebakaran.

Insiden terjadi di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Tangsel—area yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena potensi dampak ekologis dinilai cukup besar.

Tak berhenti pada penyegelan, KLH juga meminta dilakukan audit lingkungan secara menyeluruh. Audit tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum maupun pemulihan lingkungan yang diperlukan.

Menurut Menteri Hanif, pengelolaan gudang bahan kimia harus dilakukan dengan standar keamanan tinggi, terlebih jika berada di tengah kawasan aktivitas publik. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak meluas dampaknya ke lingkungan yang lebih besar.

Selain audit, KLH juga mendorong langkah pemulihan sementara untuk mencegah paparan berkelanjutan terhadap tanah, udara, maupun ekosistem sekitar.

Perusahaan Klaim Dokumen Perizinan Lengkap

Menanggapi permintaan audit tersebut, pihak PT Biotek Saranatama melalui manajemen operasionalnya menyatakan telah menyerahkan sejumlah dokumen perizinan kepada kepolisian dan dinas terkait, termasuk izin gudang dan Surat Keputusan (SK) dari kementerian.

Namun, perusahaan mengakui masih ada beberapa data yang belum dilengkapi karena fokus utama saat ini adalah penanganan residu limbah pascakebakaran.

Peristiwa kebakaran gudang kimia di Tangsel ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan bahan berbahaya tidak hanya menyangkut aspek bisnis, tetapi juga keselamatan publik dan keberlanjutan lingkungan.

Langkah uji kualitas udara, pembatasan akses, penyegelan lokasi, hingga audit lingkungan menjadi rangkaian penting untuk memastikan pemulihan berjalan transparan dan akuntabel.

Kini publik menanti hasil audit tersebut yang akan menentukan sejauh mana dampak ekologis terjadi, serta langkah apa yang harus ditempuh agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter