INFOTANGERANG.ID- Bakso Sony Lampung yang selama ini dikenal sebagai salah satu kuliner ikonik dari Provinsi Lampung hadir di FKS 2026.

Usaha yang dirintis sejak 1986 itu kini tidak hanya bertahan selama puluhan tahun, tetapi juga terus memperluas jaringan hingga ke sejumlah kota di Pulau Jawa.

Di balik operasional bisnis tersebut, Effendi Saputra selaku manajer menjelaskan sejumlah fakta mengenai perjalanan Bakso Son Hajisony, yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Bakso Sony.

Berawal dari Perantauan di Lampung

Nama Bakso Sony memang begitu lekat dengan kuliner Lampung. Namun, pemilik usaha ini, Son Haji Sony atau yang akrab disapa Pak Son, sebenarnya bukan berasal dari Lampung..

Pak Son merupakan perantau asal Madiun, Jawa Timur. Pada 1986, ia memulai usaha berjualan bakso di Lampung. Dari usaha sederhana tersebut, bisnis perlahan berkembang hingga nama Bakso Sony dikenal luas oleh masyarakat.

Puluhan tahun kemudian, identitas Bakso Sony sebagai kuliner khas Lampung semakin kuat. Perjalanan panjang itu menjadi salah satu modal penting bagi bisnis tersebut untuk terus berkembang dan menjangkau konsumen di luar Lampung.

Rahasia Bakso Sony: Daging dari Peternakan Sendiri

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama Bakso Sony adalah kualitas bahan baku. Pengelola tidak hanya mengandalkan pemasok dari luar, tetapi memiliki peternakan sapi sendiri sebagai bagian dari rantai produksi.

Dengan pola tersebut, kualitas daging dapat lebih mudah dikontrol sejak dari sumbernya. Konsep ini juga membuat proses produksi Bakso Sony terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Tidak berhenti pada bahan baku, proses pembuatan bakso juga dilakukan dengan standar yang terpusat. Bumbu dan bahan yang digunakan di berbagai cabang dikirim langsung dari pabrik pusat di Lampung.

Sementara itu, gerai di daerah lain lebih berfokus pada proses perebusan dan penyajian. Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga agar rasa Bakso Sony tetap konsisten meskipun disantap di kota yang berbeda.

Perkembangan bisnis selama puluhan tahun membuat Bakso Sony kini mempunyai sekitar 29 cabang.

Sebagian besar gerainya masih berada di Lampung dengan jumlah sekitar 24 cabang.

Selain itu, jaringan usaha ini mulai merambah sejumlah kota besar lainnya, antara lain tiga cabang di Jakarta, satu cabang di Bandung, dan satu cabang di Palembang.

Ekspansi tersebut menunjukkan bahwa Bakso Sony tidak hanya ingin mempertahankan pasar di daerah asalnya, tetapi juga membangun basis pelanggan baru di luar Lampung.

Dari berbagai pilihan menu yang tersedia, Bakso Sapi menjadi salah satu menu yang paling banyak diminati.

Dalam satu porsi, pelanggan mendapatkan enam butir bakso sapi murni yang disajikan bersama mi. Selain itu, terdapat Bakso Mix yang memadukan lima bakso sapi dan lima bakso ayam.

Bagi pencinta menu dengan cita rasa berbeda, tersedia pula Bakso Iga dan Bakso Tahu. Bakso Sony juga mengembangkan produk makanan beku atau frozen food, termasuk pempek.

Untuk harga, menu di gerai resmi berada di kisaran Rp22.000 per porsi. Sementara harga saat mengikuti FKS 2026 harga dapat berbeda, salah satunya berada di kisaran Rp36.000.

Kehadiran Bakso Sony di FKS 2026 menjadi pengalaman pertama Bakso Sony mengikuti festival di lokasi tersebut.

Keikutsertaan ini sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan jaringan cabang Jakarta kepada masyarakat di wilayah Tangerang dan sekitarnya yang mungkin belum terlalu mengenal Bakso Sony.

Respons pengunjung pun cukup positif. Selama mengikuti festival, penjualan Bakso Sony disebut dapat mencapai rata-rata sekitar 50 porsi dalam sehari.

Perjalanan Bakso Sony memperlihatkan bagaimana bisnis kuliner lokal dapat berkembang menjadi jaringan usaha lintas daerah tanpa meninggalkan identitas asalnya.

Berawal dari usaha bakso yang dirintis seorang perantau asal Madiun di Lampung pada 1986, Bakso Sony kini telah mempunyai sekitar 29 cabang dan mulai memperkuat kehadirannya di Pulau Jawa.

Penggunaan bahan baku dari peternakan sendiri, produksi terpusat, serta konsistensi cita rasa menjadi bagian dari strategi yang membuat merek ini mampu bertahan dan berkembang selama puluhan tahun.

Dengan pasar yang semakin luas, ekspansi Bakso Sony tampaknya masih menjadi bagian dari perjalanan panjang bisnis kuliner yang telah menjadikan Lampung sebagai rumah sekaligus titik awal kesuksesannya.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor