Ada Puspaga, Warga Tangerang Jangan Curhat Masalah Keluarga di Medsos

Layanan Puspaga di Kota Tangerang/Foto:Acmad Irfan Fauzi

InfoTangerang.id – Kota Tangerang kini memiliki Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), yakni layanan konseling secara luring ataupun daring bagi orang tua untuk menjadi keluarga yang sejahtera dan bahagia.

Hal ini sejalan dengan banyaknya masyarakat yang kerap berkeluh kesah di sosial media. Nah, dengan adanya Puspaga, masyarakat bisa memanfaatkan untuk konseling masalah yang terjadi di keluarga.

Misalnya, kenakalan remaja, anak kesulitan belajar, anak dan perempuan korban kekerasan, anak berkebutuhan khusus (ABK), anak yang terpapar pornografi dan zat adiktif serta banyak masalah lainnya.

“Kami ada layanan untuk pengasuhan keluarga, parenting, konsultasi pengasuhan. Lalu, untuk layanan konsultasi pasien dapat memilih untuk layanan konsultasi secara daring maupun luring, jadi one stop service lah,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jatmiko.

Menurutnya, di Puspaga bisa melihat ada fungsi keluarga yang tidak berjalan disitu dan dipastikan para psikolog dan konselor sangat menjaga kerahasiaan maupun kasus.

“Jangan curhat di medsos, lebih baik curhat atau konseling ke Puspaga Kota Tangerang. Gratis,” ujar Jatmiko, Jumat (3/5/2024).

Sementara itu, Ketua Puspaga Kota Tangerang Sri Damayanti menjelaskan, Puspaga Kota Tangerang memiliki tiga pelayanan yaitu layanan informasi atau psiko-edukasi, layanan konsultasi dan konseling, dan layanan penjangkauan. Layanan ini, katanya, bisa dimanfaatkan secara gratis.

Selain masalah-masalah diatas, Puspaga juga menerima konsultasi bagi orang tua yang anaknya memiliki permasalahan seperti kesulitan belajar, terlalu aktif, atau ingin mengecek perkembangan anaknya.

“Tak hanya itu, Puspaga juga menyediakan layanan konsultasi atau konseling bagi orang-orang yang akan menikah atau calon orang tua,” katanya.

Puspaga juga memberikan edukasi persiapan pernikahan, karena menikah itu bukan hanya persiapan fisik saja, tapi mental, ekonomi juga perlu diberikan pembekalan.

Sri juga menuturkan, bahwa sekarang banyak orang tua yang sudah inisiatif untuk datang ke Puspaga agar dapat konseling, salah satunya bagaimana cara untuk menghadapi anak di usia remaja dan bagaimana persiapannya sebagai seorang ibu dan ayah.

Masyarakat diimbau untuk datang ke Puspaga agar mendapatkan informasi dan juga pembekalan bagaimana pengasuhan yang terbaik dalam keluarga, dapat memenuhi hak dasar anak dan bahagia. (Irfan)