INFOTANGERANG.ID- Bencana banjir melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

Sebanyak 27 kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Tangerang, dengan jumlah korban mencapai 33 ribu kepala keluarga (KK) atau sekitar 133 ribu jiwa.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa banjir di Kabupaten Tangerang tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama, sehingga menyebabkan sejumlah sungai dan danau meluap.

“Dari total 29 kecamatan, terdapat 27 kecamatan yang terdampak banjir dengan 33 ribu KK atau 133 ribu jiwa,” ujar Maesyal di Tangerang, Selasa.

Menurut Maesyal, kondisi banjir di sebagian besar wilayah kini berangsur surut.

Meski demikian, genangan air masih ditemukan di sejumlah titik dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 hingga 80 sentimeter.

Wilayah yang masih terendam umumnya berada di sekitar aliran sungai besar.

Luapan air dilaporkan berasal dari Sungai Cidurian, Sungai Cirarab, serta kawasan Situ Gelam.

“Air sungai sudah tidak mampu lagi menampung debit hujan yang tinggi, sehingga terjadi limpahan ke permukiman warga,” jelasnya.

Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang langsung mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.

Sejak hari pertama banjir, pemerintah daerah fokus pada penanganan korban, distribusi bantuan, serta upaya mengurangi sumber genangan air di lokasi terdampak.

“Semua OPD terkait terus bergerak, baik dalam penanganan warga terdampak maupun mengatasi penyebab banjir,” kata Maesyal.

Selain penanganan langsung di lapangan, Pemkab Tangerang juga menyiapkan langkah teknis untuk menekan risiko banjir berulang.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah normalisasi sungai, serta koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai pengelola aliran sungai utama.

Pemerintah daerah juga telah merencanakan pengadaan pompa air berkapasitas besar guna mempercepat pembuangan air saat terjadi genangan.

“Secara bertahap kami agendakan pembelian pompa air dengan skala lebih besar agar genangan tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Tangerang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Koordinasi tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga melibatkan Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kota, hingga kementerian terkait.

“Kami sudah diundang oleh Gubernur, BBWS, BPN, serta Wali Kota Tangerang untuk membahas solusi penanganan banjir secara menyeluruh,” ungkap Maesyal.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter