Cerita Keluarga Korban Kecelakaan Maut Siswa SMK Depok di Subang

Kecelakaan Maut Siswa SMK Depok di Subang

InfoTangerang.id– Keluarga korban bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok yang mengalami rem blong di Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu, 11 Mei 2024 sangat terpukul dengan kecelakaan maut yang menimpa keluarganya.

Kecelakaan bus rombongan pariwisata berpelat nomor AD 7524 OG ini terguling di turunan Ciater dan mengakibatkan 11 korban jiwa.

Salah seorang ibu korban, Rosdiana tak menyangka anak kandungnya Mahesya Putra menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut. Beberapa menit sebelum kecelakaan, dia sempat berkomunikasi dengan anaknya lewat telepon.

“Saya telepon, sudah jalan mas? Belum bu. Lagi makan,” kata Rosdiana menirukan jawaban anaknya.

Tak berapa lama kemudian, Rosdiana mendapat kabar lantaran Mahesya, anak pertama dari 5 bersaudara yang akan menjadi tulang punggung keluarga jika sudah bekerja nanti meninggal dalam kecelakaan.

“Terus nggak lama sekitar 10 menit dapat kabar kecelakaan itu. Mahesya anaknya sangat baik dan mudah bergaul dengan siapa pun di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sementara keluarga korban lain, Noval mengatakan ada tiga saudaranya turut serta dalam kecelakaan maut tersebut. Ia mengaku sempat mengalami mimpi buruk sebelum kecelakaan itu terjadi.

“Tiga saudara saya gak bilang gimana-gimana sih sebelum berangkat kemarin. Tapi, jujur saya mimpi buruk tentang kecelakaan mini bus, dua kali dalam satu malam,” jelasnya.

Akibat kecelakaan maut itu, kata Noval, tiga saudaranya mengalami luka berat dan ringan. Kini, ketiga saudaranya sudah berada di Puskesmas terdekat dari lokasi untuk mendapatkan perawatan.

“Saudara saya sudah kasih kabar tadi, sudah Whatsapp saya. Satu orang yang luka ringan sudah kasih kabar, sementara dua lagi luka berat dan pingsan, belum sadarkan diri,” paparnya.

Selain itu Maryati, ibu korban lain yang juga terpukul saat mengetahui kecelakaan bus rombongan pariwisata tersebut.

“Saat kejadian anaknya masih sempat menghubunginya. “Tahu dari anak saya, makanya anak saya masih bisa ngabarin lewat hp tukang warung,” ucap Maryati.

Dia menceritakan, saat mau pulang anaknya juga sempat mengabari, bahwa bus yang ditumpanginya ada masalah saat mau ke Tangkuban Perahu.

“Namun mobilnya tidak nanjak katanya. Saya juga pesan agar berdoa terus,” pesannya.

1 Komentar

Sudah ditampilkan semua

Komentar ditutup.