Fenomena Matahari di Atas Kabah Sore Ini, Kemenag Imbau Cek Arah Kiblat  

Fenomena Matahari berada di atas Kabah ini terjadi dua kali dalam setahun. Foto dok. istimewa

Infotangerang.id– Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) dan Pemerintah mengeluarkan imbauan untuk pengecekan arah kiblat pada hari ini, Sabtu 15 dan 16 Juli 2023. 

Imbauan tersebut dikeluarkan atas adanya imbauan dari Kementrian Agama karena adanya peristiwa langka, yaitu posisi matahari yang berada tepat di atas Kabah.

Informasi dari BMKG, Fenomena tersebut hanya terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah dan bagian barat. dan terjadi dua kali dalam setahun.  

Sedangakan menurut  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OPRA) disebutkan, bahwa peristiwa tersebut adalah fenomena kulminasi. 

Yaitu, ketika matahari berada tepat pada puncak tertinggi di tengah hari. 

Fenomena Kulminasi

Fenomena kulminasi ini bukanlah hal yang baru karena telah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu. Fenomena kulminasi sedikit sulit untuk dipahami karena tergantung pada posisi Matahari, posisi Bumi, dan lokasi Kabah.

Pada saat tertentu dalam satu tahun, fenomena alam langka terjadi di Masjidil Haram, Makkah, saat Matahari tepat di atas Kabah dan seakan-akan berada di atas kepala jemaah yang sedang shalat. 

Fenomena kulminasi ini juga dikenal sebagai waktu dhuha yang pendek dan hanya terjadi dua kali setahun, yaitu pada 27 Mei dan 15 Juli.

Waktu Dhuha yang Pendek terjadi ketika Matahari berada di titik tertingginya di langit yang disebut “Zawal”.

Saat itu, Matahari tepat berada di atas Kabah pada posisi vertikal 90 derajat, sehingga bayangan dalam arti yang sebenarnya tidak ada pada tempat itu.

Beberapa orang berfikir bahwa fenomena kulminasi memiliki makna spiritual yang dalam bagi umat Islam. Namun, secara ilmiah, fenomena kulminasi dapat dijelaskan sebagai peristiwa alam yang jarang terjadi.

Bagi kebanyakan umat Islam, fenomena kulminasi menjadi momen yang sangat berharga dan memilih untuk datang ke Masjidil Haram untuk melihatnya secara langsung.

Waktu Dhuha yang Pendek sering menjadi topik pembicaraan dan bahkan menjadi sorotan media di seluruh dunia.

Fenomena alam yang berdampak pada spiritualitas dan kepercayaan banyak orang tersebut bisa dijadikan bukti akan keagungan alam semesta yang kita tempati. (*/ASN)