INFOTANGERANG.ID- Ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikabarkan akan mendatangi Mapolres Metro Tangerang Kota, Sabtu (7/2/2026) siang.
Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap kader Banser Kota Tangerang yang menjadi korban dugaan penganiayaan dalam kasus yang menyeret nama penceramah Bahar bin Smith.
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang, Midyani, menyampaikan bahwa aksi datangi Polres Metro Tangerang ini akan dimulai pukul 13.00 WIB dan dikemas dalam bentuk apel serta doa bersama.
Aksi solidaritas tersebut mengusung tajuk “Mencari Keadilan di Polres Kota Tangerang”.
Midyani menyebutkan, jumlah massa yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.
“Agenda kami adalah apel dan doa bersama di depan Polres Metro Tangerang Kota sebagai bentuk ikhtiar mencari keadilan,” ujar Midyani saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan, peserta aksi tidak hanya berasal dari Banser Kota Tangerang, melainkan juga kader GP Ansor dari berbagai daerah.
Solidaritas terhadap korban juga datang dari luar daerah. Midyani menyebutkan, ratusan kader GP Ansor dari Jawa Tengah dan Jawa Timur telah tiba di wilayah Banten sejak beberapa hari sebelumnya.
“Rekan-rekan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah berada di Banten sejak Kamis dan siap mengikuti aksi,” ungkapnya.
Selain itu, sejumlah pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor turut dijadwalkan hadir.
Salah satunya Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, Rifqi Al Mubarok, yang disebut akan memimpin langsung massa aksi.
Aksi Geruduk Polres Metro Tangerang Kota Disebut Aksi Langka dalam Sejarah GP Ansor
Menurut Midyani, aksi turun ke jalan ini menjadi peristiwa yang jarang terjadi dalam sejarah GP Ansor. Sejak organisasi tersebut berdiri pada 24 April 1934, GP Ansor hampir tidak pernah menggelar aksi demonstrasi.
“Selama hampir 90 tahun, Ansor dikenal tidak pernah membuat kegaduhan atau kerusuhan. Aksi ini dilakukan karena kami menilai peristiwa ini sudah melampaui batas,” tegasnya.
GP Ansor menegaskan bahwa aksi dilakukan secara damai, dengan pesan utama mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak adil dan tegas.
Dalam aksi tersebut, GP Ansor menyatakan akan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan. Namun, mereka meminta agar seluruh pelaku dugaan penganiayaan diproses sesuai hukum.
“Keterangan korban menyebutkan pelaku lebih dari 10 orang. Kami berharap semuanya dimintai pertanggungjawaban,” kata Midyani.
Ia juga meminta Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari menangani kasus ini secara serius dan transparan.
“Kami tidak menuntut berlebihan, hanya keadilan dan ketegasan,” ujarnya.
Kronologi Dugaan Penganiayaan Kader Banser
Sebelumnya, Polres Metro Tangerang Kota telah menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap kader Banser bernama Rida.
Peristiwa tersebut diduga terjadi usai acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Cipondoh, Tangerang, pada 21 September 2025.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Awaludin Kanur menyebutkan, korban awalnya datang untuk mendengarkan ceramah, namun insiden terjadi setelah acara selesai.
Menurut keterangan GP Ansor, korban hendak menyalami Bahar, namun justru mendapat perlakuan kasar dari pengawal hingga dibawa ke lokasi lain.
Midyani mengungkapkan, korban diduga mengalami kekerasan fisik di dua lokasi berbeda.
Setelah dipukul di area panggung, korban dibawa ke rumah salah satu terduga pelaku dan kembali mengalami penganiayaan.
“Korban dipukuli selama berjam-jam hingga dini hari. Selain kekerasan fisik, ponsel korban juga diduga diambil oleh salah satu pelaku,” jelasnya.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka selain Bahar bin Smith, sementara pemanggilan lanjutan terhadap Bahar dijadwalkan setelah ia tidak hadir pada pemanggilan pertama sebagai tersangka.

