INFOTANGERANG.ID– Banjir yang merendam kawasan Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, masih belum sepenuhnya surut hingga memasuki hari ketiga.
Banjir di Periuk Tangerang hingga hari ketiga masih menggenang membuat aktivotas warga lumpuh dan mulai menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.
Sejumlah warga korban banjir di Periuk Tangerang dilaporkan mengalami kelelahan akibat kurang istirahat setelah berhari-hari berjaga menghadapi kondisi banjir.
Kondisi ini membuat banyak warga terpaksa menjalani aktivitas dalam keterbatasan.
Selain itu, genangan air yang bertahan lama meningkatkan risiko munculnya penyakit akibat banjir, seperti infeksi kulit, demam, hingga kelelahan fisik.
Warga berharap banjir di Perumahan Periuk Damai segera surut agar kehidupan dapat kembali normal dan kondisi kesehatan masyarakat tidak semakin memburuk.
BPBD: Banjir di Periuk Tangerang Mulai Berangsur Surut
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyampaikan bahwa kondisi banjir di wilayah Kecamatan Periuk mulai menunjukkan tanda-tanda surut.
Berdasarkan data BPBD Kota Tangerang pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, sebagian besar titik genangan di 11 kecamatan di Kota Tangerang telah surut.
Saat ini, banjir masih tersisa di Kecamatan Periuk meski ketinggian air terus berangsur menurun.
Sebelumnya, ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai 5,5 meter.
Namun saat ini ketinggian genangan telah turun menjadi sekitar 2 meter.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah yang sebelumnya terdampak banjir kini sudah mulai pulih.
Wilayah seperti Cipondoh, Benda, Batuceper, Jatiuwung, Cibodas, Karawaci, Larangan, Karang Tengah, Ciledug, dan Pinang dilaporkan telah bebas dari genangan.
“Warga yang sebelumnya mengungsi sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing karena kondisi air mulai surut. Kecuali warga yang masih terdampak di wilayah Kecamatan Periuk,” ujar Mahdiar.
Meski air mulai menurun, beberapa kawasan perumahan di Kecamatan Periuk masih terendam banjir.
Beberapa lokasi yang masih terdampak antara lain perumahan Periuk Damai, Villa Mutiara Pluit, Total Persada Raya, Garden City, hingga Taman Elang.
Menurut Mahdiar, sebelumnya ketinggian air di Perumahan Periuk Damai sempat mencapai sekitar 4 meter.
Saat ini ketinggian air di kawasan tersebut tersisa sekitar 2 meter.
Puluhan Pompa Air Dikerahkan untuk Percepat Surutnya Banjir di Periuk Tangerang
Untuk mempercepat proses penyusutan genangan air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang mengoperasikan puluhan pompa air di sejumlah titik terdampak banjir.
Kepala DPUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan di kawasan Total Periuk terdapat sekitar 20 pompa air yang bekerja menyedot genangan.
Selain itu, delapan pompa air juga dioperasikan di Perumahan Garden City serta enam pompa lainnya ditempatkan di kawasan Situ Bulakan.
“Semua pompa ini saat ini dioperasikan untuk mempercepat proses pengeringan wilayah yang masih tergenang,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, sebelumnya beberapa pompa sempat tidak dapat beroperasi karena ikut terendam banjir. Namun saat ini pompa tersebut sudah diperbaiki dan sebagian besar kembali difungsikan.
Data BPBD Kota Tangerang mencatat banjir di Kecamatan Periuk sebelumnya terjadi di 22 titik genangan yang tersebar di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Periuk, Gembor, dan Gebang Raya.
Banjir paling parah terjadi di Perumahan Periuk Damai dengan ketinggian air mencapai 5,5 meter.
Sementara di Villa Mutiara Pluit dan Perumahan Total Persada Raya, ketinggian air sempat mencapai sekitar 3 meter.
Beberapa wilayah lainnya seperti Perumahan Purati dan sebagian kawasan Villa Tangerang Indah mengalami genangan dengan ketinggian antara 20 hingga 55 sentimeter.
Secara keseluruhan, lebih dari 13 ribu jiwa terdampak banjir.
Dari jumlah tersebut, sekitar 6.842 warga terpaksa dievakuasi ke berbagai lokasi pengungsian yang tersebar di balai warga, masjid, gedung posyandu, hingga fasilitas olahraga.
Banjir besar ini diketahui dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang terjadi sejak Sabtu (7/3/2026) malam.
Curah hujan tinggi tersebut menyebabkan sejumlah sungai di wilayah Tangerang meluap, seperti Kali Angke, Sungai Cirarab, Kali Sabi, Kali Ledug, hingga Kali Tengah.
Warga kini berharap proses penyedotan air dan perbaikan drainase dapat mempercepat surutnya banjir sehingga kehidupan masyarakat di Periuk dapat segera kembali normal.

