INFOTANGERANG.ID- Pemerintah tengah menyiapkan skema Work From Anywhere atau WFA Maret 2026 sebagai bagian dari strategi pengaturan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Nyepi dan libur Lebaran.

Kebijakan ini diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih tertata, tanpa mengganggu produktivitas dan roda ekonomi.

Rencana WFH Maret 2026 tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menegaskan bahwa WFA akan diterapkan dalam dua periode berbeda menyesuaikan momentum hari besar keagamaan.

Ini Jadwal WFA Maret 2026 Jelang Nyepi dan Lebaran

Airlangga mengungkapkan, kebijakan kerja fleksibel ini akan diberlakukan pada tanggal-tanggal tertentu di bulan Maret 2026.

  • Menjelang Hari Raya Nyepi: 16–17 Maret 2026
  • Menjelang dan saat libur Lebaran: 25, 26, dan 27 Maret 2026

“Kalau boleh disampaikan, jadwal work from anywhere pada tanggal 16–17 serta 25, 26, dan 27,” ujar Airlangga saat memberikan sambutan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta.

Dengan adanya WFA, pemerintah berharap pola perjalanan masyarakat dapat lebih menyebar dan tidak menumpuk pada waktu tertentu.

WFA Jadi Bagian Strategi Atur Mobilitas Nasional

Penerapan WFA tidak berdiri sendiri. Kebijakan ini dirancang sebagai bagian dari langkah pemerintah dalam mengelola arus mobilitas nasional, khususnya saat periode libur panjang yang beririsan antara Nyepi dan Lebaran.

Selain membantu masyarakat mengatur waktu perjalanan, skema ini juga dinilai mampu menjaga kelancaran aktivitas ekonomi, terutama di sektor jasa dan transportasi.

Diskon Transportasi Masuk Paket Stimulus Kuartal I 2026

Sejalan dengan kebijakan WFA, pemerintah memastikan program stimulus ekonomi tetap berlanjut pada kuartal pertama 2026. Salah satu fokus utamanya adalah sektor transportasi.

Airlangga menyebutkan, pemerintah kembali memberikan potongan harga tiket angkutan umum, antara lain:

  • Diskon tiket kereta api hingga 30 persen
  • Diskon tiket kapal laut hingga 30 persen
  • Potongan tiket pesawat sekitar 17–18 persen

Insentif ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendorong kelancaran perjalanan selama masa libur panjang.

Menurut Airlangga, kombinasi antara WFA Maret 2026 dan stimulus transportasi diharapkan mampu menciptakan pola perjalanan yang lebih terencana. Masyarakat memiliki fleksibilitas waktu, sementara kepadatan arus mudik dapat ditekan.

“Kebijakan ini diharapkan membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik serta mendukung kelancaran mobilitas selama periode libur panjang,” ujarnya.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap momentum Nyepi dan Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih nyaman, tertib, dan tetap produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter