INFOTANGERANG.ID- ALVAboard sebagai produsen cardboard dan PP corrugated yang berbasis di Tangerang, menilai bahwa kemasan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelindung produk.
Lebih dari itu, packaging kini menjadi bagian penting dari strategi operasional perusahaan untuk memastikan distribusi berjalan efisien.
Fenomena ini tak hanya mendorong kemasan ALVAboard dalam penjualan ritel, tetapi juga berdampak langsung pada sektor logistik dan distribusi yang harus mengimbangi lonjakan permintaan pasar.
Sejumlah pelaku industri logistik nasional bahkan mencatat peningkatan volume pengiriman yang cukup signifikan.
Pertumbuhan e-commerce serta meningkatnya distribusi kemasan sebagai hampers menjadi salah satu faktor yang mempercepat arus barang selama musim Ramadan.
“Pada periode Ramadan, volume distribusi kemasan meningkat signifikan. Kemasan harus mampu menjaga kualitas produk sekaligus mendukung efisiensi ruang penyimpanan dan biaya logistik,” ujar Tommy Horis, Chief Business Development Officer ALVAboard.
Kemasan yang dirancang dengan tepat dapat membantu perusahaan mengoptimalkan ruang penyimpanan, mempercepat proses distribusi, sekaligus meminimalkan potensi kerusakan produk selama pengiriman.
Dalam sistem supply chain modern, packaging memiliki fungsi ganda, sebagai pelindung produk sekaligus alat untuk meningkatkan efisiensi distribusi.
Salah satu solusi yang mulai banyak digunakan industri adalah layer pad dan bin box. Kedua jenis kemasan ini dinilai efektif dalam meningkatkan stabilitas produk selama proses penyimpanan dan pengiriman dalam skala besar.
Selain itu, material corrugated plastic atau PP corrugated juga semakin diminati oleh pelaku industri. Material ini dikenal lebih tahan terhadap kelembaban serta dapat digunakan berulang kali dalam sistem distribusi B2B.
ALVAboard Dorong Packaging Ramah Lingkungan
Selain tantangan distribusi, peningkatan konsumsi selama Ramadan juga memicu kenaikan limbah kemasan, terutama dari sektor makanan siap saji dan e-commerce.
Menanggapi hal tersebut, ALVAboard mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular melalui penggunaan material kemasan yang dapat digunakan ulang maupun didaur ulang.
Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan mitra pengelolaan limbah untuk memastikan kardus bekas dapat dikumpulkan dan diproses kembali menjadi bahan baku dalam siklus produksi.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk melalui program ekonomi sirkular yang didorong oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Supply chain yang kuat tidak hanya soal kecepatan distribusi, tetapi juga bagaimana industri mengelola dampak lingkungannya. Perencanaan kemasan harus mencakup seluruh siklus hidup produk,” kata Christabelle Priscilla, Chief Marketing Officer ALVAboard.
Menurutnya tahun ini, 140.000 box kemasan terjual dari awal Februari hingga akhir Maret, dengan pemesanan paling banyak di Jabodetabek sebesar 40 persen.
Packaging Jadi Faktor Strategis Industri
Ke depan, strategi packaging diperkirakan akan menjadi salah satu faktor pembeda dalam persaingan industri. Perusahaan yang mampu menggabungkan efisiensi logistik dengan prinsip keberlanjutan dinilai akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat.
Hal ini menjadi semakin penting pada periode high season seperti Ramadan, ketika lonjakan konsumsi menuntut sistem distribusi yang cepat, efisien, dan tetap ramah lingkungan.
Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama bulan suci, peran kemasan tidak lagi sekadar memastikan produk sampai dengan aman, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga efisiensi biaya serta keberlanjutan rantai pasok nasional.

