INFOTANGERANG.ID- Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten mulai menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah Tangerang Raya.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah normalisasi daerah aliran sungai (DAS) dengan total anggaran mencapai Rp35 miliar yang digelontorkan pada tahun ini.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Banten untuk menanggulangi bencana banjir jangka menengah dan panjang.
Hal ini dilakukan menyusul tingginya intensitas banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Banten, khususnya Tangerang Raya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan bahwa setelah rapat koordinasi antarpemerintah daerah, pihaknya akan langsung melakukan survei lapangan.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Sungai Cirarab di wilayah Kutabumi, yang mengalir melintasi Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.
Survei dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik sungai yang masih tergenang banjir serta menemukan penyebab utama terhambatnya aliran air.
Sebelumnya, tim PUPR telah melakukan pengecekan di Bendungan Sarakan, Sukadiri, Kabupaten Tangerang.
“Kondisi bendungan relatif normal, justru wilayah hulunya yang terdampak banjir. Ini mengindikasikan adanya sumbatan aliran,” ujar Arlan sebagaimana dilansir dari RRI, Selasa (27/1/2026).
Arlan menjelaskan, intervensi yang akan dilakukan dalam program normalisasi meliputi pengerukan sedimentasi lumpur serta pembangunan turap di sepanjang aliran sungai.
Namun, karena anggaran yang tersedia masih bersifat global, penentuan lokasi akan difokuskan pada titik-titik paling darurat.
“Nanti hasil survei akan menentukan lokasi prioritas. Kalau semua ditangani sekaligus tentu tidak memungkinkan karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Pemprov Banten bersama para bupati dan wali kota se-Tangerang Raya, penyempitan daerah aliran sungai serta maraknya bangunan yang melanggar garis sempadan sungai menjadi salah satu penyebab utama banjir.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan bahwa rapat koordinasi digelar untuk mengevaluasi penanganan banjir sekaligus merumuskan langkah mitigasi ke depan.
“Wilayah yang terdampak paling parah dalam beberapa hari terakhir adalah Tangerang Raya. Karena itu, kita fokus mengevaluasi dan menyiapkan langkah pascabanjir,” kata Andra.
Menurut Andra, pemerintah daerah tidak ingin semata-mata menyalahkan faktor curah hujan tinggi.
Fokus utama saat ini adalah mencari solusi bersama agar persoalan banjir dapat diminimalkan di tahun-tahun mendatang.
“Kami tidak hanya melihat besarnya debit hujan, tetapi mencoba mengoordinasikan apa saja yang harus dilakukan bersama agar banjir bisa dimitigasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

