INFOTANGERANG.ID– Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menyatakan kesiapannya untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan.
Proyek PSEL Kota Tangerang ini diharapkan menjadi solusi modern dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi pembangunan proyek PSEL Kota Tangerang tersebut.
Pernyataan ini disampaikan usai mengikuti rapat koordinasi terbatas bersama pemerintah pusat di Jakarta terkait percepatan implementasi PSEL.
“Kami menargetkan seluruh proses kesiapan lahan bisa diselesaikan tahun ini sehingga pembangunan instalasi dapat segera dimulai,” ujarnya.
Selain menyiapkan lahan, Pemerintah Kota Tangerang juga menyatakan siap mengikuti lelang tahap kedua proyek PSEL yang diselenggarakan pemerintah pusat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan sistem pengelolaan sampah modern di wilayah tersebut.
Menurut Sachrudin, volume sampah di Kota Tangerang terus meningkat setiap harinya sehingga dibutuhkan teknologi yang mampu mengolah sampah secara lebih efektif.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Tangerang telah menyiapkan dukungan anggaran serta memastikan ketersediaan lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut.
“Kami berkomitmen untuk mengelola PSEL secara mandiri sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah di Kota Tangerang,” katanya.
Lahan 5 Hektare Disiapkan untuk Pembangunan Instalasi Proyek PSEL Kota Tangerang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa lokasi yang dipersiapkan untuk pembangunan PSEL memiliki luas sekitar 5 hektare.
Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan instalasi pengolahan sampah yang mampu mengubah limbah menjadi energi listrik.
Menurut Wawan, setelah proses administrasi dan kesiapan lahan rampung, tahap selanjutnya adalah kajian teknis atau feasibility study.
“Setelah Lebaran nanti rencananya akan dilakukan feasibility study sebagai bagian dari tahapan teknis menuju pembangunan instalasi PSEL,” jelasnya.
Dengan pembangunan fasilitas ini, Pemkot Tangerang berharap sistem pengelolaan sampah di daerahnya menjadi lebih modern dan berkelanjutan.
Teknologi PSEL tidak hanya berfungsi mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Kota Tangerang optimistis dapat menjadi salah satu daerah yang berhasil mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan produksi energi.
Sebagai informasi, program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) secara nasional telah memasuki tahap awal pelaksanaan.
Proyek yang digagas oleh BPI Danantara tersebut telah memulai lelang angkatan pertama sejak 7 Januari 2026.
Empat kota yang menjadi pionir dalam tahap awal proyek ini adalah:
- Bogor
- Bekasi
- Denpasar
- Yogyakarta
Konstruksi proyek di kota-kota tersebut ditargetkan mulai pada Maret 2026.
Sementara itu, lelang proyek angkatan kedua direncanakan berlangsung sekitar akhir Maret 2026, dan Kota Tangerang berpotensi ikut serta dalam tahap ini.

