INFOTANGERANG.ID- Permasalahan sampah di Kabupaten Tangerang kian mendesak.

Setiap hari, volume sampah di wilayah ini terus bertambah hingga mencapai sekitar 2.700 ton per hari, angka yang dinilai sudah masuk kategori mengkhawatirkan jika tidak ditangani secara terintegrasi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid berencana menggagas kolaborasi pengelolaan sampah regional dengan Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kerja sama lintas wilayah ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah di kawasan Tangerang Raya.

Sampah di Kabupaten Tangerang Dinilai Cukup untuk Operasional PSEL

Maesyal menyampaikan, jumlah sampah yang dihasilkan Kabupaten Tangerang saat ini sebenarnya sudah mencukupi untuk mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang akan dibangun di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.

“Kebutuhan minimal PSEL itu sekitar 1.000 ton sampah per hari. Sementara di Kabupaten Tangerang saat ini sudah mencapai kurang lebih 2.700 ton per hari. Bahkan ke depan akan ada kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” ujar Maesyal saat meninjau progres pematangan lahan TPA Jatiwaringin, Senin (5/1/2026).

Dengan volume sampah yang tersedia, PSEL diharapkan tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga mampu mengurangi beban penumpukan sampah secara signifikan.

Menurut Maesyal, pembangunan PSEL di TPA Jatiwaringin menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Selain mengurangi volume sampah, fasilitas ini juga berpotensi menghasilkan energi listrik ramah lingkungan.

“Harapan kami, pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ini dapat berjalan tertib, optimal, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta lingkungan,” tegasnya.

Konsep pengolahan sampah berbasis energi ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung transisi energi bersih dan pengurangan dampak lingkungan.

Progres Pematangan Lahan TPA Jatiwaringin Capai 95 Persen

Sebelumnya, Bupati Tangerang juga mengungkapkan bahwa proses pematangan dan pemadatan lahan TPA Jatiwaringin telah mencapai sekitar 95 persen. Tahapan yang tersisa kini tinggal penyelesaian akhir.

Meski demikian, proses finishing masih menghadapi kendala cuaca, mengingat wilayah Tangerang sedang memasuki musim hujan.

“Memang ada sedikit kendala karena faktor cuaca. Namun kami melihat upaya yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup sudah sangat baik, termasuk penutupan gunungan dan timbunan sampah menggunakan geomembran. Ini langkah positif dalam pengelolaan TPA,” ungkap Maesyal.

Pematangan lahan TPA Jatiwaringin merupakan tahapan awal pembangunan PSEL, yang ditargetkan menjadi solusi strategis pengelolaan sampah di wilayah Tangerang Raya.

Dengan kolaborasi regional dan pemanfaatan teknologi, Pemkab Tangerang berharap persoalan sampah tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan peluang untuk menghasilkan energi dan nilai tambah bagi masyarakat.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter