INFOTANGERANG.ID- Malam ini umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat Nisfu Syaban 2026 sebagai bentuk persiapan spiritual menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Sebagai informasi, bulan Syaban menempati posisi istimewa dalam kalender Hijriah.

Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sebagia bentuk persiapan menyambut bulan Ramadhan, salah satunya dengan sholat Nisfu Syaban 2026.

Berbagai ibadah sunnah lainnya seperti doa dan dzikir menjadi amalan yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memasuki pertengahan bulan Syaban, perhatian umat Islam kerap tertuju pada malam Nisfu Syaban, sebuah malam yang secara tradisi dihidupkan dengan berbagai bentuk ibadah.

Tak heran jika waktu sholat Nisfu Syaban 2026 menjadi salah satu informasi yang banyak dicari menjelang momen tersebut.

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026 Dimulai?

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, malam Nisfu Syaban 2026 dimulai sejak masuk waktu Maghrib pada Senin, 2 Februari 2026, yang menandai awal malam Selasa, 3 Februari 2026.

Sejak waktu Maghrib hingga menjelang Subuh, umat Islam memiliki kesempatan luas untuk menghidupkan malam pertengahan bulan Syaban dengan berbagai amalan ibadah sunnah.

Secara umum, sholat sunnah pada malam Nisfu Syaban dilaksanakan pada waktu malam, yakni setelah sholat Isya hingga sebelum terbit fajar.

Rentang waktu ini dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan qiyamul lail, termasuk sholat Tahajud, sebagai bentuk ibadah malam yang dianjurkan secara umum dalam Islam.

Para ulama menjelaskan bahwa qiyamul lail tidak memiliki ketentuan jumlah rakaat tertentu.

Sholat sunnah malam dikerjakan dua rakaat satu salam dan dapat dilakukan sesuai kemampuan serta keikhlasan masing-masing.

Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ صَلَاةِ الْمَفْرُوضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: “Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat yang dilakukan di malam hari.” (HR Muslim)

Pandangan Ulama Terkait Sholat Nisfu Syaban 2026

Sejumlah literatur menyebutkan bahwa sholat pada malam Nisfu Syaban termasuk bagian dari ibadah malam.

Namun, para ulama memiliki perbedaan pandangan terkait pengkhususan sholat sunnah tertentu dengan tata cara khusus pada malam tersebut.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa mengkhususkan sholat sunnah dengan jumlah rakaat dan bacaan tertentu pada malam Nisfu Syaban termasuk perbuatan bid’ah.

Pendapat serupa juga dijelaskan dalam buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan amalan yang memiliki dasar syariat kuat, seperti sholat sunnah malam secara umum, dzikir, istighfar, dan doa.

Rincian Waktu Sholat Sunnah Malam Nisfu Syaban 2026

Mengacu pada penjelasan BAZNAS, pelaksanaan sholat sunnah malam pada Nisfu Syaban dapat dilakukan pada beberapa waktu berikut:

1. Setelah Sholat Isya

Cocok bagi yang ingin memulai ibadah lebih awal dengan suasana yang masih segar.

2. Tengah Malam

Waktu yang relatif tenang dan mendukung kekhusyukan ibadah.

3. Sepertiga Malam Terakhir

Waktu yang paling utama untuk sholat malam dan berdoa.

4. Menjelang Subuh

Menjadi batas akhir pelaksanaan sholat sunnah malam sebelum masuk waktu Subuh.

Tata Cara Sholat Sunnah di Malam Nisfu Syaban 2026

Sholat qiyamul lail merupakan salah satu amalan sunnah yang dapat dikerjakan untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban.

Ibadah ini dilakukan pada malam hari, mulai setelah sholat Isya hingga menjelang Subuh, sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui sholat sunnah yang dianjurkan.

Dalam pelaksanaannya, qiyamul lail mencakup berbagai sholat sunnah malam, salah satunya adalah sholat Tahajud.

Mengacu pada buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd. Rohim, berikut tata cara sholat qiyamul lail melalui sholat Tahajud yang dapat diamalkan pada malam Nisfu Syaban:

1. Membaca niat sholat Tahajud dua rakaat karena Allah SWT dengan menghadap kiblat

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatat tahajjudi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Tahajud dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta‘ala.”

2. Mengucapkan takbiratul ihram, lalu membaca doa iftitah

3. Membaca Surah Al-Fatihah

4. Membaca salah satu surah Al-Qur’an, seperti Surah Al-Kafirun atau surah lainnya

5. Melakukan rukuk sambil membaca doa rukuk sebanyak tiga kali

6. Bangkit dari rukuk untuk i’tidal dengan membaca doa i’tidal

7. Melakukan sujud pertama dengan membaca doa sujud tiga kali

8. Duduk di antara dua sujud sambil membaca doa duduk di antara dua sujud

9. Melakukan sujud kedua dengan membaca doa sujud tiga kali

10. Berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua

11. Membaca Surah Al-Fatihah

12. Membaca Surah Al-Ikhlas atau surah lain yang dihafal

13. Melakukan rukuk sambil membaca doa rukuk sebanyak tiga kali

14. Bangkit dari rukuk untuk i’tidal dengan membaca doa i’tidal

15. Melakukan sujud pertama dengan membaca doa sujud tiga kali

16. Duduk di antara dua sujud sambil membaca doa duduk di antara dua sujud

17. Melakukan sujud kedua dengan membaca doa sujud tiga kali

18. Duduk tasyahud akhir sambil membaca doa tasyahud atau tahiyyat akhir

19. Mengucapkan salam sebagai penutup sholat

20. Membaca istighfar, dianjurkan sebanyak 100 kali

21. Membaca doa khusus setelah sholat Tahajud

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter