Waspada, Menahan Kencing Terlalu Lama, Bisa Sebabkan Ini

akibat menahan kencing terlalu lama

Infotangerang,id– Menahan kencing terlalu lama mungkin terlihat sepele, tetapi sebenarnya dapat membahayakan kesehatan.

Buang air kecil atau kencing merupakan proses pengeluaran sisa limbah melalui urine dari tubuh.

Menurut Red Cliffe Labs, proses buang air kecil adalah kebutuhan biologis yang vital untuk memelihara kesehatan ginjal dan keseluruhan tubuh kita.

Ini merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun dan mengatasi kelebihan cairan, yang jika tidak diatasi dapat menjadi pemicu masalah kesehatan serius.

Menahan keinginan untuk buang air kecil bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih (ISK) hingga pembentukan batu ginjal.

Akibat Menahan Kencing Terlalu Lama

akibat menahan kencing terlalu lama
akibat menahan kencing terlalu lama

Walaupun sesekali menahan kencing karena situasi tertentu mungkin tidak berbahaya, namun jika menjadi kebiasaan yang terus-menerus, ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Menahan kencing terlalu lama bisa berisiko batu kandung kemih, nyeri pinggang, kebocoran urine, dan masalah lainnya.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang dampak dari kebiasaan menahan kencing terlalu lama secara berlebihan.

1. Rasa Nyeri

Menahan buang air kecil dapat mengakibatkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan di daerah kandung kemih.

Hal ini karena kapasitas terbatas kandung kemih dalam menampung urine. Saat urine terus ditahan, kandung kemih menjadi terlalu penuh dan meregang, menyebabkan sensasi nyeri.

Jika perilaku ini berlangsung terus-menerus, kandung kemih dapat mengalami perubahan permanen dan kesulitan berkontraksi.

Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan atau bahkan kegagalan dalam buang air kecil.

Terkadang, kondisi ini memerlukan pemasangan kateter untuk mengosongkan kandung kemih.

2. Batu Kandung Kemih

Menahan buang air kecil juga dapat mengakibatkan proses berkemih tidak sempurna sehingga meninggalkan sisa urine di dalam kandung kemih.

Seiring waktu, kebiasaan ini dapat memicu pembentukan batu di dalam kandung kemih.

Hal ini dapat menyebabkan sensasi nyeri saat buang air kecil, nyeri di bagian bawah perut, dan bahkan urine bercampur darah.

3. Inkontinensia Urine

Konsekuensi dari menahan kencing terlalu lama selanjutnya adalah inkontinensia urine.

Inkontinensia urine merupakan kondisi di mana urine bocor atau mengompol karena melemahnya otot kandung kemih.

Terlalu sering menahan kencing dapat menyebabkan otot kandung kemih menjadi tegang, namun seiring waktu, kekuatan otot tersebut akan menurun dan elastisitasnya akan berkurang.

Dampak tersebut dapat mengakibatkan kandung kemih sulit atau bahkan tidak mampu berkontraksi dengan normal untuk mengosongkan air seni.

Inkontinensia urine juga bisa terjadi jika menahan kencing secara berulang hingga dapat membahayakan otot dasar panggul.

Otot dasar panggul yang terpengaruh adalah sfingter uretra, yang berperan dalam menjaga uretra tetap tertutup untuk mencegah kebocoran urine.

4. Nyeri Pinggang

akibat menahan kencing terlalu lama
akibat menahan kencing terlalu lama

Menahan kencing terlalu lama tidak hanya berdampak pada organ-organ urologi, tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri di daerah pinggang.

Ketika kandung kemih hampir penuh, saraf-saraf di area tersebut menjadi aktif, memicu keinginan untuk buang air kecil.

Namun, jika urine tidak segera dikeluarkan, tubuh harus menahan sinyal yang diberikan oleh saraf kandung kemih dan otak.

Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti merinding atau sensasi bulu kuduk berdiri, serta perasaan penuh dan nyeri di bagian bawah perut.

Kebiasaan ini dapat berkontribusi pada rasa nyeri yang menjalar hingga ke pinggang.

5. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu alasan lain mengapa menahan kencing terlalu lama tidak dianjurkan.

ISK disebabkan oleh penumpukan bakteri di sekitar uretra. Ketika urine ditahan, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat, meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

Para ahli menyarankan untuk menghindari kebiasaan menahan kencing karena dapat meningkatkan risiko penyakit-penyakit tersebut, terutama bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit tersebut.

Orang yang tidak cukup minum juga lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih.

6. Batu Ginjal

Menahan kencing terlalu lama juga berpotensi memicu pembentukan batu ginjal.

Batu ginjal sendiri adalah kondisi di mana tumpukan asam urat atau kalsium yang terikat dengan bahan kimia oksalat atau fosfor mengeras di dalam urine.

Batu ginjal yang masih berukuran kecil biasanya dapat dikeluarkan bersama urine tanpa menimbulkan rasa nyeri.

Namun, kebiasaan menunda buang air kecil dapat menyebabkan penumpukan batu ginjal yang kemudian dapat menyatu dan membesar.

Ketika ini terjadi, batu ginjal dapat menyumbat saluran kemih dan menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil.

7. Ganguan Fungsi Ginjal

Menahan kencing terlalu juga dapat memberikan tekanan pada ginjal, yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.

Hal ini dapat mengganggu fungsi ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Perlu dicatat bahwa kandung kemih yang sehat biasanya mampu menampung sekitar 300 hingga 400 mililiter urine pada siang hari.

Kapasitas kandung kemih pada malam hari mungkin lebih besar, mencapai sekitar 800 ml. Namun, kapasitas ini dapat bervariasi antara individu.

Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menahan buang air kecil selama lebih dari 4 jam.