INFOTANGERANG.ID- Awal tahun kerap dianggap sebagai kesempatan untuk memulai kembali hidup lebih baik.

Banyak orang berharap tekanan tahun sebelumnya bisa ditinggalkan, diganti dengan hari-hari yang lebih ringan dan penuh makna.

Namun dalam praktiknya, hidup  lebih baik dengan perubahan besar sering terasa sulit untuk dijalani secara konsisten.

Sejumlah riset ilmiah yang dirangkum media internasional menunjukkan bahwa kesejahteraan mental tidak selalu lahir dari langkah drastis.

Justru kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang memiliki dampak besar bagi kondisi emosional seseorang.

8 Cara Berbasis Sains untuk Hidup Lebih Baik di Tahun 2026

1. Lepaskan Obsesi pada Kesempurnaan

Perfeksionisme sering disalahartikan sebagai kelebihan, padahal banyak penelitian mengaitkannya dengan stres, gangguan tidur, kecemasan, hingga depresi.

Standar yang terlalu tinggi membuat seseorang mudah menyalahkan diri sendiri ketika hasil tidak sesuai harapan.

Pendekatan yang lebih sehat adalah berlatih welas asih terhadap diri sendiri.

Mengakui bahwa kesalahan adalah bagian alami dari kehidupan terbukti membantu menjaga kesehatan mental dan mengurangi tekanan batin.

2. Bangun Persahabatan yang Berkualitas

Hubungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan fisik dan mental. Persahabatan yang sehat bahkan dikaitkan dengan daya tahan tubuh yang lebih baik dan risiko penyakit kronis yang lebih rendah.

Namun, kualitas hubungan lebih penting daripada jumlahnya. Menjadi teman yang hadir secara konsisten, hangat, dan mampu ikut berbahagia atas kabar baik orang lain dapat memperkuat ikatan sekaligus meningkatkan suasana hati diri sendiri.

3. Kelola Amarah dengan Cara Positif

Amarah bukan emosi yang harus selalu dihindari. Jika dikelola dengan tepat, energi dari amarah dapat diarahkan ke hal yang produktif.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa amarah yang terkendali dapat meningkatkan ketekunan, performa fisik, bahkan kreativitas.

Kunci hidup lebih baik adalah tidak bereaksi secara impulsif. Memberi jeda, mengambil napas, atau menyalurkan energi ke aktivitas fisik dan kreatif dapat mencegah emosi berubah menjadi perilaku merugikan.

4. Coba Hobi yang Melibatkan Orang Lain

Memulai hobi baru tidak mengenal usia. Aktivitas kreatif seperti melukis, menari, atau bermain musik membantu pikiran lebih fokus pada saat ini dan mengurangi stres.

Hobi yang bersifat sosial memberikan manfaat tambahan. Kegiatan kelompok, seperti olahraga tim atau komunitas seni, memicu hormon endorfin sekaligus menciptakan rasa kebersamaan yang menyehatkan mental.

5. Biasakan Bersyukur Setiap Hari

Cara hidup lebih baik selanjutnya adalah latihan sederhana seperti menuliskan tiga hal yang patut disyukuri setiap hari terbukti meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan gejala depresi.

Bahkan, efek positifnya sudah terlihat hanya dalam beberapa minggu.

Dengan melatih rasa syukur, otak menjadi lebih peka terhadap hal-hal baik yang sering terlewatkan di tengah rutinitas dan masalah sehari-hari.

6. Manfaatkan Ponsel Secara Lebih Bijak

Ponsel kerap dianggap sebagai sumber distraksi, dan anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Namun, teknologi juga bisa menjadi alat bantu yang efektif jika digunakan dengan tepat.

Aplikasi pengingat, catatan, dan manajemen tugas dapat mengurangi beban pikiran. Sementara itu, membatasi notifikasi atau menjauhkan ponsel sejenak saat bekerja membantu meningkatkan fokus dan ketenangan.

7. Terima Masa Sulit, Jangan Dilawan

Hari-hari berat, cuaca muram, atau fase hidup yang menantang sering menurunkan suasana hati. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengubah sudut pandang terhadap masa sulit dapat membantu menjaga kesejahteraan jangka panjang.

Menemukan makna kecil, seperti waktu istirahat, kebersamaan, atau keindahan sederhana—membantu pikiran beradaptasi dan mengurangi dampak stres berkepanjangan.

8. Fokus pada Perubahan Kecil yang Konsisten

Alih-alih membuat resolusi besar yang sulit dipertahankan, riset menyarankan untuk memulai dari langkah kecil yang realistis.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten jauh lebih efektif membentuk kesejahteraan jangka panjang.

Merubah hidup lebih baik di tahun 2026 tidak harus dijalani dengan sempurna. Cukup sedikit lebih baik dari hari kemarin, dan itu sudah menjadi kemajuan yang berarti.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter