INFOTANGERANG.ID- Pemerintah Kota Serang secara resmi melanjutkan kerja sama pengelolaan sampah Tangsel-Serang.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan penuh kehati-hatian dan mengedepankan aspek kemanusiaan, khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar TPSA Cilowong.

Dengan adanya kerja sama pengelolaan sampah Tangsel-Serang, Budi menyampaikan bahwa pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak lingkungan, mulai dari bau hingga risiko pencemaran.

Oleh sebab itu, aspirasi warga disebut menjadi dasar utama dalam setiap tahapan pelaksanaan kerja sama ini.

“Pemerintah tidak menutup mata. Kekhawatiran masyarakat soal lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan adalah hal yang wajar. Setiap kebijakan yang kami ambil selalu mempertimbangkan dampaknya bagi warga,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Rabu 31 Desember 2025.

Dana Kompensasi dan Subsidi Kesehatan Jadi Fokus

Dalam kerja sama terbaru ini, Kota Serang menerima bantuan keuangan khusus sebesar Rp65 miliar, ditambah proyeksi retribusi sekitar Rp57 miliar per tahun dari Pemkot Tangsel. Dana tersebut akan difokuskan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat terdampak.

Budi menegaskan, sebagian besar anggaran akan dialokasikan untuk subsidi kesehatan dan layanan medis gratis, sebagai bentuk perlindungan bagi warga sekitar TPSA.

“Kompensasi ini kami arahkan untuk menjawab keluhan masyarakat. Kesehatan warga menjadi prioritas agar mereka merasa aman dan terlindungi,” jelasnya.

Selain sektor kesehatan, dana kerja sama yang nilainya bahkan melampaui anggaran pembangunan jalan Dinas PUPR Kota Serang itu akan dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

Beberapa program yang direncanakan antara lain:

  • Perbaikan jalan kota dan lingkungan
  • Pembangunan serta normalisasi drainase guna mencegah banjir
  • Pengembangan depo sampah
  • Peningkatan fasilitas umum dan sarana ibadah

“Dana ini kami pastikan kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambah Budi.

Modernisasi TPSA dan Penataan Lingkungan

Pemkot Serang juga menyiapkan langkah teknis untuk menjaga TPSA Cilowong tetap ramah lingkungan. Modernisasi alat berat dan sistem pengolahan limbah menjadi bagian penting dari kesepakatan ini.

Langkah yang akan dilakukan meliputi:

  • Penambahan alat berat untuk penataan sampah
  • Pembangunan sistem pengolahan lindi agar tidak mencemari lingkungan
  • Penanaman pohon penyangga di sekitar kawasan TPSA

Menurut Budi, sinergi ini merupakan bentuk gotong royong antar-daerah di Provinsi Banten dalam menghadapi persoalan sampah perkotaan.

Dorong Sampah Jadi Energi Listrik

Kerja sama Tangsel-Serang juga dinilai strategis dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN), yaitu Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Serang.

Saat ini, volume sampah Kota Serang baru mencapai sekitar 419 ton per hari, sementara fasilitas PSEL membutuhkan pasokan minimal 1.000 ton per hari agar dapat beroperasi optimal.

“Tambahan pasokan sampah justru menjadi solusi. Ini bukan memindahkan masalah, tapi upaya bersama agar sampah bisa diolah secara modern dan berkelanjutan menjadi energi listrik,” pungkas Budi.

Kerja sama pengelolaan sampah Tangsel-Serang ini diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan sampah lintas daerah yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Banten.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter