INFOTANGERANG.ID- Nama Timothy Ronald belakangan mendadak jadi sorotan publik setelah dilaporkan dalam dugaan kasus penipuan terkait aktivitas trading aset kripto.

Laporan tersebut menyebut adanya transaksi investasi digital yang menimbulkan kerugian besar bagi sejumlah pihak, dengan mayoritas korban berasal dari kalangan anak muda.

Pelapor berinisial Y mengungkapkan bahwa para korban dari Timothy Ronald ini berada pada rentang usia antara 18 hingga 27 tahun.

Adapun total kerugian yang dilaporkan disebut mencapai miliaran rupiah.

Diketahui, para korban mengaku tertarik berinvestasi karena dijanjikan imbal hasil fantastis, bahkan mencapai ratusan persen.

Namun pada kenyataannya, mereka justru tertimpa kerugian dengan nilai yang besar.

Lalu sebenarnya bagaimana kronologi awal kasus tersebut?

Kronologi Awal Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald

Kasus dugaan penipuan ini bermula dari adanya aktivitas edukasi trading kripto di sebuah grup Discord.

Salah satu korban mengaku bahwa ia mendapatkan rekomendasi untuk membeli aset kripto tertentu pada Januari 2024.

Korban diiming-imingi potensi keuntungan aset kripto mencapai 300 hingga 500 persen.

Korban yang percaya atas rekomendasi tersebut akhirnya melakukan pembelian aset kripto senilai kurang lebih Rp 3 miliar.

Namun, pergerakan harga aset tersebut justru berlawanan dengan janji awal.

Nilai portofolio korban dilaporkan anjlok hingga minus 90 persen, sehingga menimbulkan kerugian yang besar.

Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya untuk proses penyelidian dan penyidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, sejumlah korban mengaku sempat mengalami tekanan dan ketakutan untuk melapor karena adanya dugaan ancaman.

Namun, setelah membentuk kelompok dan saling menguatkan, laporan akhirnya resmi diajukan.

Dalam laporan tersebut, Timothy Ronald dan rekannya dilaporkan dengan sangkaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang Transfer Dana.

Tomothy dan rekannya juga dilaporkan dengan sangkaan beberapa pasal lainnya dalam KUHP yang berkaitan dengan dugaan penipuan dan penyebaran informasi menyesatkan.

Sosok Timothy Ronald di Duni Kripto Indonesia

Bagi pada pelaku pasar aset digital, nama Timothy Ronald tidaklah asing.

Ia dikenal luas sebagai influencer kripto dan pegiat trading yang aktif membagikan konten edukasi seputar investasi.

Melalui kelas, komunitas, serta berbagai platform digital, Timothy membangun citra diri sebagai figur yang mendorong literasi finansial, khususnya di kalangan generasi muda.

Melansir dari sejumlah sumber, Timothy mulai menjajakai dunia investasi sejak usianya masih 15 tahun.

Ketertarikannya pada pasar modal terinspirasi oleh tokoh legendaris seperti Warren Buffet, serta buku-buku klasik investasi seperti The Intelligent Investor dan Security Analysis.

Sebelum dikenal luas, Timothy memulai langkahnya dari usaha sederhana yang ia geluti.

Ia pernah berjualan pomade hingga sedotan demi bisa mengumpulkan modal awal investasi.

Pada usia 19 tahun, ia kemudian mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edukasi finansial yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakt Indonesia.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain dan popularitas kripto yang meningkat, Timothy kemudian mendirikan Akademi Crypto pada tahun 2022 bersama rekannya, Kalimasada.

Platform ini menawarkan ribuan modul pembelajaran yang mencakup trading, investasi, manajemen portofolio, teknologi blockchain, hingga quantitative trading.

Materi pembelajarannya diklaim dipandung langsung oleh para pendiri dan pakar blockchain, serta disebarluaskan melalui berbagai kanal digital seperti YouTube dan Discord.

Tak heran jika paltform Akademi Crypto ini berhasil menarik ratusan ribu investor serta trader aset digital.

Dalam salah satu pernyataan, Timothy pernah menekankan bahwa investasi tidak hanya soal keuntungan semata, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang bisnis dan fundamental.

Di laman profesionalnya, Timothy Ronald tercatat pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Owner Ternak Uang, CEO Akademi Crypto, hingga Commissioner di Holywings Group serta Co-Owner FLOQ.

Ia juga aktif membagikan konten investasi melalui kanal YouTube pribadinya.

Di luar dunia investasi, Timothy Ronald juga dikenal memiliki visi sosial yang besar.

Ia pernah menyampaikan ambisinya untuk berkontribusi dalam pembangunan 1.000 sekolah di Indonesia, dengan keyakinan bahwa dampak sosial jangka panjang lebih bernilai dibanding sekadar akumulasi kekayaan finansial.

Kini, kasus dugaan penipuan kripto yang menyeret namanya masih menjadi perhatian publik.

Proses hukum yang berjalan akan menentukan bagaimana kelanjutan dari perkara ini serta dampaknya terhadap industri edukasi dan investasi kripto di Indonesia.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter