INFOTANGERANG.ID- Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid turun langsung ke lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

Tidak sendiri, ia datang bersama Kepala BPBD, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti.

Kehadiran mereka bukan sekadar simbolis, melainkan upaya mendengar langsung jeritan warga yang selama ini hidup berdampingan dengan genangan.

“Hari ini kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat,” ujar Maesyal Rasyid di sela-sela peninjauan.

Usulan Warga: Tanggul dan Pintu Air Sungai Cidurian

Dalam dialog terbuka, warga menyampaikan satu hal yang dianggap krusial: pembangunan tanggul Sungai Cidurian dan pintu air penghubung antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri.

Menurut warga, ketiadaan pintu air membuat aliran sungai tak terkendali saat hujan deras mengguyur wilayah hulu. Akibatnya, air dengan mudah meluap dan menggenangi permukiman.

“Ini bukan sekadar genangan, tapi siklus banjir yang berulang setiap tahun,” ungkap salah satu warga.

Maesyal Rasyid mengakui, usulan tersebut masuk akal dan akan segera dibahas secara teknis. Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir menjadi salah satu prioritas Pemkab Tangerang.

Target Realisasi 2026

Bupati Tangerang menyebutkan, pembangunan pintu air Sungai Cidurian ditargetkan bisa direalisasikan pada tahun 2026, atau paling lambat 2027.

Meski demikian, prosesnya tidak sederhana. Sungai Cidurian merupakan sungai besar yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Artinya, Pemkab Tangerang harus berkoordinasi dan mengantongi izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Ini butuh proses perizinan dan koordinasi lintas instansi. Tapi kami akan terus mendorong agar pembangunannya bisa dipercepat,” tegas Maesyal.

Ia pun meminta doa dan dukungan masyarakat agar rencana tersebut berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Data sementara mencatat, banjir telah melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang, mencakup 119 desa dan kelurahan. Jumlah warga terdampak mencapai sekitar 14.000 kepala keluarga atau setara 62.000 jiwa.

Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada rumah yang terendam, aktivitas yang lumpuh, dan anak-anak yang harus belajar di tengah keterbatasan.

Pembangunan pintu air Sungai Cidurian kini bukan lagi sekadar proyek infrastruktur, melainkan harapan, agar banjir tak lagi menjadi cerita tahunan, dan warga Taman Cikande bisa hidup lebih tenang saat hujan turun.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter