INFOTANGERANG.ID– Jumlah korban dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di salah satu SDN di Tangsel kembali bertambah. Dari sebelumnya tercatat 13 anak, kini polisi mengidentifikasi 16 korban.

Penambahan jumlah korban terungkap saat berjalannya proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian. Meski demikian, hingga saat ini baru sembilan korban yang secara resmi membuat laporan polisi.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, menjelaskan fakta pelecehan seksual tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sejumlah pihak terkait.

Korban Dugaan Pelecehan Seksual oleh Wali Murid di SDN Tangsel Bertambah

“Pada saat awal pembuatan laporan polisi terdapat sembilan korban. Namun dari hasil pemeriksaan lanjutan, kami mengidentifikasi total ada 16 korban,” ujar Wira saat ditemui di Polres Tangsel, Selasa, 20 Januari 2026.

Wira mengungkapkan, seluruh korban diketahui berjenis kelamin laki-laki. Hingga kini, kepolisian juga telah memeriksa sedikitnya 16 saksi, yang terdiri dari korban, orang tua korban, serta pihak sekolah.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, kami sudah memeriksa 16 saksi,” ungkapnya.

Tak berhenti sampai di situ, polisi menegaskan penyelidikan masih terus berjalan. Aparat membuka kemungkinan adanya korban lain yang hingga kini belum berani menyampaikan peristiwa yang dialaminya.

Pendalaman kasus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk wali murid dan manajemen sekolah, guna memastikan seluruh fakta dapat terungkap secara menyeluruh.

“Untuk saat ini kami masih terus mendalami. Kami juga berkolaborasi dengan para wali murid dan pihak sekolah,” kata Wira.

Polisi pun secara tegas membuka ruang seluas-luasnya bagi para korban yang belum melapor agar segera menyampaikan pengaduan. Laporan dapat dilakukan langsung ke Satreskrim Polres Tangerang Selatan, khususnya melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Kami sangat membuka ruang bagi korban yang belum melapor atau belum menyampaikan ke pihak sekolah, untuk segera melaporkan kepada kami,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat lokasi kejadian berada di lingkungan pendidikan dasar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Redaksi
Reporter