INFOTANGERANG.ID- Banjir Tangerang yang melanda Kabupaten sejak awal Januari 2026 belum sepenuhnya tertangani.

Selama hampir dua pekan, genangan air datang dan pergi, meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Di tengah upaya penanganan, BPBD Kabupaten Tangerang mengakui menghadapi kendala serius banjir Tangerang.

Keterbatasan Sarpras Jadi Hambatan Banjir Tangerang

Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi hambatan utama, terutama minimnya perahu karet untuk evakuasi serta pompa air guna mempercepat penyurutan genangan.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyampaikan bahwa kondisi tersebut membuat proses penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara maksimal.

Perahu karet, menurutnya, menjadi alat paling vital saat banjir melanda permukiman warga.

“Penanganan musim bencana banjir ini memang sangat kurang sarana-prasarana kita. Misalnya perahu karet yang jumlahnya sangat terbatas,” ujar Taufik Kamis 22 Januari 2026.

Ia menjelaskan, luasnya wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tangerang tidak sebanding dengan jumlah peralatan yang dimiliki BPBD. Akibatnya, distribusi bantuan dan evakuasi warga kerap harus dilakukan secara bergantian.

Untuk menutup kekurangan tersebut, BPBD Kabupaten Tangerang telah menjalin koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten. Permintaan tambahan peralatan sudah diajukan, namun belum sepenuhnya dapat dipenuhi.

“Beberapa daerah lain di Banten seperti Lebak, Pandeglang, dan Serang juga sedang mengalami bencana. Prioritas bantuan saat ini ada di wilayah-wilayah yang kondisinya lebih parah,” jelas Taufik.

Selain mengandalkan bantuan lintas daerah, BPBD juga bekerja sama dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Tangerang. Sejumlah mesin penyedot air dikerahkan untuk membantu mengurangi genangan, terutama di titik-titik rawan banjir.

“Dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot air, dan Dinas Bina Marga juga memiliki mesin sedot air yang ikut digunakan,” tambahnya.

Banjir Rendam Rumah Warga di Kabupaten Tangerang

Pada Kamis 22 Januari 2026, banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang. Luapan sungai yang dipicu curah hujan tinggi membuat air masuk ke permukiman warga di Kecamatan Jayanti, Kresek, Kosambi, Gunung Kaler, dan Tigaraksa.

Padahal, sebelumnya banjir sempat merendam hingga 24 kecamatan pada Senin (12/1/2026) dan baru surut setelah beberapa hari. Namun, intensitas hujan yang kembali meningkat membuat banjir kembali datang.

“Ini karena hujan dengan intensitas ekstrem sejak kemarin,” pungkas Taufik.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter