INFOTANGERANG.ID- Pemerintah Provinsi Banten mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia.
Langkah ini dilakukan dengan memperketat pengawasan kesehatan terhadap penumpang internasional yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sebagai salah satu pintu masuk utama dari luar negeri.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan bahwa seluruh penumpang yang baru tiba, khususnya dari negara-negara endemis, akan menjalani pemeriksaan kesehatan awal untuk mendeteksi virus Nipah.
Negara seperti India menjadi salah satu perhatian utama dalam upaya antisipasi virus Nipah ini.
“Setiap orang yang datang, terutama dari negara endemis, tentu akan dilakukan skrining kesehatan,” ujar Ati saat ditemui di Kota Serang, Rabu (28/1/2026).
Ati menjelaskan, penguatan pengawasan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan, khususnya Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Soekarno-Hatta.
Skema pemeriksaan mengacu pada pengalaman penanganan wabah sebelumnya, meski tidak sepenuhnya disamakan.
Menurutnya, karakteristik virus Nipah berbeda dengan Covid-19, sehingga diperlukan prosedur khusus yang masih terus disusun oleh pemerintah pusat.
“Penanganannya tidak bisa disamakan. Ini penyakit yang berbeda, jadi mekanismenya juga harus lebih spesifik,” jelas Ati, yang juga pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Tangerang.
Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayah Banten, Ati menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga. Terlebih, beberapa negara di Asia seperti Thailand mulai meningkatkan status kesiapsiagaan terhadap potensi penyebaran virus tersebut.
Pemerintah Provinsi Banten, kata dia, telah mengaktifkan sistem surveilans di Bandara Soekarno-Hatta untuk memantau kondisi kesehatan penumpang internasional secara lebih ketat.
“Surveilans aktif sudah dinyalakan. Bandara Soekarno-Hatta ini kan salah satu pintu masuk utama mobilitas global,” ungkapnya.
Di tengah meningkatnya kewaspadaan, Ati mengimbau masyarakat agar tidak panik.
Ia meminta warga tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan awal terhadap berbagai ancaman penyakit menular.
“Kewaspadaan penting, tapi masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting tetap menjaga kesehatan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” pungkasnya.

