INFOTANGERANG.ID- Hari Valentine diperingati setiap 14 Februari, termasuk pada hari ini Sabtu, 14 Februari 2026.

Selama ini, perayaan tersebut identik dengan bunga mawar, cokelat, kartu ucapan, hingga makan malam romantis.

Namun, di balik suasana penuh cinta 14 Februari yang dikenal sekarang, sejarah Hari Valentine ternyata jauh lebih kompleks.

Tidak semua orang memandangnya sebagai momen romantis.

Ada yang merayakan dengan penuh kasih, ada yang menganggapnya sekadar perayaan komersial, bahkan ada pula yang menjadikannya pengingat status lajang.

Terlepas dari pro dan kontra tersebut, 14 Februari telah dirayakan selama ratusan tahun dengan makna yang terus berubah.

Hari Valentine dirayakan secara luas di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Prancis, Meksiko, hingga Inggris Raya.

Perayaan ini kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia dengan sentuhan budaya masing-masing.

Di Amerika Serikat, Valentine 2026 jatuh pada hari Sabtu dan berdekatan dengan Hari Presiden yang diperingati setiap Senin ketiga Februari.

Awal Mula Hari Valentine 14 Februari

Banyak sejarawan meyakini Valentine berakar pada penetapan peringatan Santo Valentine oleh Gereja Katolik pada tahun 496 M. Peringatan ini ditetapkan oleh Paus Paus Gelasius I.

Santo Valentine sendiri dikenal sebagai pelindung para kekasih, penderita epilepsi, dan peternak lebah. Sosoknya menjadi simbol pengorbanan dan kesetiaan dalam tradisi Kristen awal.

Beberapa teori menyebutkan bahwa Gereja Katolik menempatkan peringatan tersebut di pertengahan Februari untuk menggantikan festival pagan Romawi yang telah lebih dulu ada.

Sebelum dikenal sebagai hari kasih sayang, pertengahan Februari di Roma kuno diramaikan festival Lupercalia.

Festival ini merupakan perayaan kesuburan untuk menghormati dewa pertanian Romawi, Faunus, serta Romulus dan Remus sebagai pendiri Roma.

Dalam tradisinya, pria dan wanita dipasangkan melalui undian. Dalam beberapa kasus, pasangan tersebut bahkan berlanjut hingga pernikahan.

Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I melarang perayaan Lupercalia yang dianggap sarat unsur pagan.

Seiring melemahnya pengaruh paganisme, perayaan tersebut perlahan bertransformasi menjadi penghormatan kepada Santo Valentine.

Tradisi bertukar pesan cinta tidak langsung hadir dalam bentuk kartu seperti sekarang. Catatan bernuansa Valentine mulai muncul pada 1500-an.

Memasuki pertengahan abad ke-18, bertukar pesan atau tanda kasih kecil menjadi kebiasaan umum di berbagai kalangan masyarakat.

Di Amerika Serikat, kartu Valentine komersial pertama dicetak pada 1840-an oleh Esther A. Howland yang kemudian dijuluki “Ibu Valentine”.

Ia memproduksi kartu massal dengan hiasan renda, pita, dan gambar warna-warni.

Memasuki abad ke-20, kartu cetak mulai menggantikan surat tulisan tangan berkat perkembangan teknologi percetakan.

Ilustrasi Cupid, malaikat kecil bersayap dengan panah cinta—menjadi simbol populer dalam kartu Valentine.

Perusahaan kartu ucapan seperti Hallmark kemudian mendorong produksi massal kartu Valentine.

Bahkan, diperkirakan sekitar 145 juta kartu Valentine dikirim setiap tahun, menjadikannya momen pengiriman kartu terbanyak kedua setelah Natal.

Jejak komersialisasi Valentine sebenarnya bisa ditelusuri hingga Abad Pertengahan. Pada masa itu, gagasan tentang cinta romantis mulai berkembang dalam karya sastra.

Penyair Inggris Geoffrey Chaucer disebut sebagai salah satu tokoh yang berperan membentuk persepsi Valentine sebagai hari cinta.

Dalam puisinya berjudul Parlement of Foules yang ditulis sekitar tahun 1375, Chaucer mengaitkan 14 Februari dengan tradisi romantis.

Sejak saat itu, makna Valentine terus berevolusi dari ritual kuno menjadi perayaan global yang identik dengan ungkapan kasih sayang.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter