INFOTANGERANG.ID-  Getaran gempa Kabupaten Tangerang 3,7 magnitudo terjadi pada Sabtu malam, 21 Februari 2026.

Peristiwa ini dikonfirmasi langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 19.23 WIB. Episenter berada di koordinat 6,25 Lintang Selatan dan 106,46 Bujur Timur, atau sekitar 3 kilometer di barat wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Gempa Kabupaten Tangerang 3,7 Magnitudo Berkedalaman Menengah, Dipicu Aktivitas Subduksi

Menurut analisis awal, gempa memiliki kedalaman 161 kilometer dan tergolong gempa berkedalaman menengah.

Sumbernya berasal dari aktivitas subduksi, yakni proses penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia (Sunda) di selatan Pulau Jawa.

Hartanto menegaskan, gempa dengan kedalaman lebih dari 100 kilometer umumnya terjadi di dalam lempeng yang sedang menunjam atau dikenal sebagai gempa intraslab.

Artinya, peristiwa ini tidak berkaitan langsung dengan aktivitas sesar aktif dangkal di daratan Banten maupun Tangerang.

“Gempa seperti ini biasanya tidak menimbulkan dampak signifikan di permukaan,” ujarnya.

Tidak Dirasakan, Nihil Laporan Kerusakan

BMKG memastikan hingga saat ini belum menerima laporan kerusakan maupun dampak yang dirasakan masyarakat. Getaran gempa juga dilaporkan tidak terasa di permukaan.

Meski demikian, BMKG tetap melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan dan instansi teknis guna memastikan kondisi di lapangan tetap aman.

BMKG juga mengingatkan bahwa informasi awal yang dirilis mengutamakan kecepatan, sehingga parameter gempa masih dapat berubah seiring pembaruan data analisis.

Dipastikan Tak Berpotensi Gempa Susulan

Kabar baiknya, gempa ini dinyatakan tidak berpotensi menimbulkan gempa susulan. Hingga laporan ini disusun, belum terdeteksi adanya aktivitas kegempaan lanjutan di wilayah tersebut.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Untuk mendapatkan pembaruan resmi, warga diminta memantau kanal komunikasi resmi BMKG.

Gempa boleh datang tanpa aba-aba, tetapi kepanikan bukanlah solusi. Ketelitian membaca informasi dan sikap tenang adalah langkah paling bijak menghadapi situasi seperti ini.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter