INFOTANGERANG.ID- Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, sektor properti nasional tetap dituntut adaptif dan progresif. Namun, bagi Paramount Land, tahun 2025 justru menjadi momentum pembuktian arah pertumbuhan yang semakin matang.

Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menegaskan bahwa perjalanan perusahaan sepanjang 2025 berjalan dengan kinerja solid dan sesuai harapan.

Di balik tekanan global yang memengaruhi perekonomian nasional, Paramount Land tetap mampu menjaga performa berkat konsistensi strategi, inovasi produk, serta penguatan branding kawasan.

Rebranding Paramount Gading Serpong: Fase Kedewasaan Kawasan

Salah satu tonggak penting tahun ini adalah peluncuran identitas baru “Paramount Gading Serpong” pada Desember 2025. Transformasi brand ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi simbol fase kedewasaan kawasan.

Paramount Gading Serpong kini diposisikan sebagai kawasan terpadu yang semakin mapan, baik dari sisi infrastruktur, fasilitas komersial, hingga ekosistem bisnisnya.

Langkah ini mempertegas komitmen perusahaan dalam menjaga konsistensi kualitas pengembangan kawasan sejak awal berdiri.

Rebranding ini sekaligus memperkuat positioning di tengah persaingan township di koridor barat Jakarta yang semakin kompetitif.

Paramount Petals: Akses Tol Langsung Jadi Game Changer

Tak hanya di Gading Serpong, milestone signifikan juga dicatat oleh Paramount Petals. Proyek ini berhasil merealisasikan akses tol langsung Jakarta-Tangerang KM 25 sesuai komitmen pembangunan.

Saat ini, akses tersebut telah memasuki tahap persiapan Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO), dengan target mulai beroperasi pada pertengahan 2026.

Kehadiran akses tol langsung ini diyakini akan menjadi katalis kenaikan nilai properti sekaligus mempercepat pertumbuhan kawasan.

Dalam industri properti, konektivitas bukan lagi nilai tambah, melainkan kebutuhan utama. Dan Paramount Petals menjawabnya dengan langkah konkret.

Kinerja 2025: 1.250 Unit Serah Terima, 800 Unit Terjual

Sepanjang 2025, kinerja pembangunan Paramount Land menunjukkan capaian yang membanggakan:

  • Serah terima sekitar 1.250 unit residensial dan komersial
  • Peluncuran delapan produk baru
  • Penjualan lebih dari 800 unit residensial dan komersial
  • Kapasitas pembangunan tertinggi mencapai 1.600–1.800 unit per bulan

Angka ini mencerminkan kepercayaan pasar yang tetap terjaga, sekaligus efektivitas strategi peluncuran produk yang tepat sasaran.

Pada tahun sebelumnya, marketing sales perusahaan menembus Rp6,5 triliun hingga semester I bulan Mei.

Setelah revisi target menjadi Rp4,5 triliun, realisasinya telah mencapai 95 persen—hanya menyisakan sekitar 5 persen dari target tersebut.

Untuk 2026, perusahaan membidik target marketing sales sebesar Rp5,5 triliun.

Perlu digarisbawahi, angka Rp5,5 triliun ini murni berasal dari marketing sales dan tidak termasuk pendapatan berulang (recurring income).

Kontribusi recurring income pada 2025 tercatat di kisaran 18–19 persen dari total pendapatan. Ke depan, porsi ini ditargetkan semakin kuat melalui sejumlah proyek strategis yang akan mulai dikembangkan pada 2026.

Beberapa proyek yang diproyeksikan menjadi mesin recurring income baru antara lain:

  • Pembangunan sekolah
  • Pengembangan rumah sakit
  • Groundbreaking kawasan komersial Bayside
  • Kelanjutan pembangunan Hudson Square
  • Ekspansi area komersial di Serpong
  • Renovasi dan pembaruan tampilan hotel serta serviced residence

Belanja modal (capex) untuk proyek-proyek tersebut telah dialokasikan, dengan harapan mampu menciptakan aliran pendapatan jangka panjang yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Strategi ini menunjukkan bahwa Paramount Land tidak hanya mengandalkan penjualan produk properti, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis berbasis ekosistem kawasan.

Outlook 2026: Ekspansi Terkontrol, Fundamental Diperkuat

Memasuki 2026, strategi Paramount Land terlihat semakin terstruktur: menjaga keseimbangan antara marketing sales agresif dan pertumbuhan recurring income yang berkelanjutan.

Kombinasi rebranding kawasan matang, peningkatan konektivitas lewat akses tol langsung, ekspansi fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga optimalisasi aset komersial menjadi sinyal bahwa perusahaan tengah membangun fondasi jangka panjang.

Di tengah fluktuasi ekonomi global, pendekatan ini menunjukkan satu hal: pertumbuhan bukan sekadar tentang angka penjualan, tetapi tentang membangun ekosistem yang hidup, produktif, dan berdaya tahan.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter