INFOTANGERANG.ID- Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes Eka Hospital BSD, Prof. dr. Hari Hendarto, Sp. P.D, Subsp. E.M.D. (K), Ph.D, MARS menjelaskan panduan Puasa aman untuk Diabetesi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Menurutnya, Puasa yang dilakukan dengan pengawasan medis bisa memberikan efek perbaikan metabolisme, terutama pada penderita diabetes tipe 2 di tahap awal.
Puasa aman untuk diabetesi bukanlah hal yang mustahil, terutama pada stadium awal dan dengan pengawasan dokter.
Dengan kunci utamanya yakni, penilaian risiko medis, pengaturan nutrisi yang tepat dan pemantauan gula darah secara rutin.
Karena dalam diabetes, yang terpenting bukan sekadar menahan lapar, tetapi menjaga keselamatan dan kestabilan tubuh secara menyeluruh.
Manfaat Puasa Aman untuk Diabetesi Stadium Awal
1. Meningkatkan Sensiti Buvitas Insulin
Saat berpuasa, produksi insulin menurun. Sel tubuh mendapat waktu untuk “beristirahat” dan memperbaiki responsnya terhadap insulin.
Ketika waktu makan tiba, sel menjadi lebih sensitif sehingga penyerapan gula darah berjalan lebih efektif dan beban kerja pankreas berkurang.
2. Mengaktifkan Proses Autofagi
Puasa memicu proses autofagi, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel-sel rusak dan komponen yang tidak lagi berfungsi optimal.
Proses ini berperan dalam meningkatkan kesehatan sel secara menyeluruh.
3. Memberi Istirahat pada Sistem Pencernaan
Tanpa asupan makanan selama beberapa jam, lambung dan organ pencernaan mendapatkan waktu pemulihan. Ini membantu mengurangi keluhan seperti maag atau dispepsia akibat pola makan berlebihan.
4. Membantu Menurunkan Berat Badan
Berat badan berlebih adalah faktor risiko utama resistensi insulin. Puasa yang dilakukan dengan pola makan seimbang dapat membantu mengurangi lemak tubuh secara bertahap.
5. Menurunkan Hormon Stres
Puasa dapat membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres), sehingga berdampak positif pada kesehatan mental dan kestabilan gula darah.
Panduan Nutrisi Sahur dan Berbuka untuk Diabetesi
Agar puasa tetap aman, pola makan harus diatur dengan cermat.
1. Pilih Karbohidrat Kompleks saat Sahur
Konsumsi beras merah, ubi, atau sumber karbohidrat kompleks lainnya. Jenis ini menaikkan gula darah secara perlahan dan bertahan lebih lama.
2. Jangan Lupakan Protein
Protein membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang lebih tahan lama.
3. Terapkan Pola Minum 2-4-2
- 2 gelas saat sahur
- 4 gelas setelah berbuka hingga malam
- 2 gelas saat berbuka
Hidrasi cukup mencegah dehidrasi dan lonjakan gula darah.
4. Hindari Ini Saat Puasa
- Makanan terlalu pedas (memicu haus)
- Kopi saat sahur (bersifat diuretik dan meningkatkan risiko dehidrasi)
5. Sahur Mendekati Imsak
Makan terlalu awal membuat cadangan energi cepat habis dan meningkatkan risiko gula darah turun di siang hari.
Strategi Aman Berbuka Puasa untuk Penderita Diabetes
Berbuka dengan yang Manis Secukupnya
Konsumsi 1–3 butir kurma atau minuman manis dalam porsi kecil untuk mengembalikan gula darah secara bertahap.
Hindari gula berlebihan karena bisa menyebabkan lonjakan drastis.
Pahami Perbedaan Gula Sederhana dan Karbohidrat Kompleks
- Permen atau cokelat → cepat naik, cepat turun
- Nasi atau karbohidrat kompleks → naik perlahan, bertahan lebih lama
Mengapa Penderita Diabetes Lebih Mudah Lapar?
Pada orang sehat, dua hormon bekerja seimbang:
- Insulin → menurunkan gula darah
- Glukagon → menaikkan gula darah saat lapar
Pada penderita diabetes, keseimbangan ini terganggu. Saat lapar, tubuh tidak mampu menaikkan gula darah secara optimal, sehingga rasa lapar terasa lebih berat dan melelahkan.
Banyak penderita diabetes justru mengurangi porsi makan secara ekstrem saat sahur. Ini keliru.
Jika asupan terlalu sedikit, gula darah bisa turun drastis sekitar pukul 12.00 dan mencapai titik terendah pada sore hari.
Pastikan sahur mencukupi kebutuhan energi agar tubuh tetap stabil hingga waktu berbuka.

