INFOTANGERANG.ID- Perbincangan publik soal kondisi mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belakangan memunculkan istilah medis ptosis.

Topik ini mencuat setelah Tompi, penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, mengkritik materi komedi Pandji Pragiwaksono yang menyinggung kondisi fisik tersebut dalam pertunjukan Mens Rea.

Menurut Tompi, mata yang terlihat seperti “mengantuk” bukanlah ekspresi atau bahasa tubuh, melainkan bisa berkaitan dengan kondisi anatomi tertentu.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai ptosis.

Ia juga menilai bahwa menjadikan kondisi fisik sebagai bahan lelucon justru mengaburkan kritik substansial yang seharusnya disampaikan secara lebih cerdas.

Lantas, apa sebenarnya ptosis yang kini ramai diperbincangkan?

Apa Itu Ptosis?

Mengacu pada penjelasan American Academy of Ophthalmology, ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata bagian atas turun lebih rendah dari posisi normal.

Penurunan ini bisa ringan, tetapi dalam kasus tertentu dapat sangat parah hingga menutupi pupil, yaitu bagian mata yang berfungsi menerima cahaya.

Jika kelopak mata sudah menutupi pupil, ptosis berpotensi mengganggu bahkan menghalangi penglihatan.

Karena itu, kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga pada fungsi visual.

Ptosis dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya dapat ditangani, baik untuk memperbaiki penglihatan maupun meningkatkan kenyamanan dan estetika mata.

Penyebab Ptosis pada Orang Dewasa

Pada usia dewasa, ptosis dikenal dengan istilah acquired ptosis.

Kondisi ini terjadi ketika otot levator, yaitu otot yang berfungsi mengangkat kelopak mata, mengalami peregangan atau terlepas dari posisi normalnya.

Beberapa penyebab umum ptosis pada orang dewasa antara lain:

  • Proses penuaan, yang membuat otot kelopak mata melemah
  • Cedera atau trauma di sekitar area mata
  • Efek samping tindakan operasi mata tertentu
  • Kondisi medis langka, termasuk penyakit saraf atau tumor yang memengaruhi otot kelopak mata

Apakah Ptosis Bisa Diobati?

Kabar baiknya, ptosis bukan kondisi permanen yang tidak bisa ditangani.

Saat ini, tersedia obat tetes mata resep khusus untuk orang dewasa dengan acquired ptosis.

Obat ini mengandung oxymetazoline, zat aktif yang bekerja menstimulasi otot pengangkat kelopak mata agar terbuka lebih optimal.

Namun, untuk kasus ptosis yang tergolong berat, tindakan operasi ptosis sering menjadi pilihan utama.

Dalam prosedur ini, dokter akan menyesuaikan atau memperpendek otot levator agar kelopak mata dapat kembali ke posisi normal.

Pada kondisi tertentu, otot tersebut juga bisa dipasang ulang ke kelopak mata.

Ramainya pembahasan ptosis menunjukkan pentingnya pemahaman publik terhadap istilah medis, terutama ketika berkaitan dengan kondisi fisik seseorang.

Alih-alih menjadi bahan candaan, kondisi seperti ptosis seharusnya dilihat sebagai isu kesehatan yang perlu dijelaskan secara edukatif dan proporsional.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan bisa lebih bijak dalam menyikapi perbedaan fisik, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter