Betis Sakit? Jangan Panik! Berikut Cara Mengobatinya

betis sakit

Infotangerang.id- Betis sakit sering muncul setelah melakukan aktivitas fisik yang intens atau berat.

Tingkat keparahan betis sakit bervariasi, mulai dari sensasi ringan hingga nyeri yang sangat tidak nyaman.

Betis sakit juga sering dikaitkan dengan kram otot yang bisa diatasi dengan pijat, namun ternyata betis sakit sebenarnya dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain yang lebih serius.

Kondisi betis sakit bisa disebabkan oleh hal yang sepele seperti kram otot hingga sebab yang memerlukan penanganan medis yang lebih mendalam.

Penyebab Betis Sakit

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sakit pada betis, meliputi gangguan pada otot, sendi, tendon, pembuluh darah, saraf, tulang, atau kulit di sekitar area tersebut.

Nyeri ini bisa muncul selama berolahraga, melakukan aktivitas fisik, atau bahkan saat istirahat. Gejalanya bervariasi tergantung pada penyebabnya.

Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sakit pada betis:

1. Kram Otot

Kram otot terjadi ketika otot secara tiba-tiba mengalami kontraksi atau pengencangan yang intens.

Betis sakit karena kram otot seringkali disebabkan oleh aktivitas fisik yang mendadak dan berlebihan, kekurangan cairan tubuh, atau cedera pada otot.

2. Otot Tegang

Selain karena kram otot, betis sakit juga karena otot yang tegang. Hal tersebut biasanya timbul setelah penggunaan otot betis yang berlebihan atau saat kelelahan.

Otot tegang sering terjadi selama atau setelah melakukan aktivitas seperti lari, renang, atau bersepeda yang melibatkan otot betis dan tulang kering secara intensif.

3. Memar

Memar biasanya disebabkan oleh cedera atau trauma fisik seperti terjatuh atau terbentur. Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah, mengakibatkan darah merembes ke jaringan sekitar.

Hal ini tampak sebagai perubahan warna pada kulit karena darah yang keluar dari pembuluh darah yang pecah.

4. Trombosis Vena Dalam

Betis sakit tidak hanya disebabkan oleh hal-hal yang bisa disembuhkan dengan mudah.

Namun, betis sakit bisa ditimbulkan oleh kondisi yang lebih serius seperti terkena Trombosis vena dalam.

Trombosis vena dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT), adalah kondisi di mana terjadi penggumpalan darah di dalam pembuluh darah vena yang terletak di bagian dalam paha dan betis.

Selain menyebabkan nyeri pada betis, gejala lainnya termasuk pembengkakan, sensasi panas, serta perubahan warna kulit pada area betis yang dapat tampak lebih pucat atau kemerahan dari biasanya.

5. Skiatika

Skiatika terjadi ketika saraf yang berasal dari tulang belakang terjepit di area panggul.

Hal ini sering menyebabkan rasa nyeri yang menjalar dari panggul atau bokong hingga ke tungkai, termasuk ke bagian betis.

Tingkat keparahan nyeri dapat bervariasi, dari yang ringan hingga yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

6. Tendinitis

Sakit pada betis juga dapat disebabkan oleh tendinitis, yaitu peradangan pada tendon yang terjadi khususnya pada tendon Achilles.

Gejalanya meliputi nyeri di sekitar tumit hingga ke betis.

Tendinitis pada tendon Achilles biasanya disebabkan oleh penggunaan otot betis yang berlebihan, seperti seringnya menaiki tangga atau aktivitas lain yang membebani tendon tersebut.

7. Neuropati diabetik pada Saraf Tepi

Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi yang bisa timbul akibat diabetes.

Pada kondisi ini, kerusakan saraf bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, termasuk saraf yang terdapat di betis. Gejalanya dapat berupa sensasi tidak nyaman seperti rasa ditusuk-tusuk atau sensasi panas di area betis.

8. Sindrom kompartemen

Sindrom kompartemen terjadi ketika tekanan di dalam kompartemen otot meningkat secara signifikan.

Nyeri betis yang terkait dengan sindrom kompartemen sering kali disebabkan oleh cedera berat di daerah tersebut, seperti patah tulang kering yang dapat merusak jaringan otot, pembuluh darah, dan saraf di sekitarnya.

9. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira.

Penularannya dapat terjadi melalui paparan urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri tersebut, seperti tikus, sapi, atau anjing, yang biasanya terjadi melalui air atau tanah yang terkontaminasi.

Selain nyeri betis, gejala leptospirosis meliputi demam, mual, muntah, sakit kepala, sakit perut, diare, serta ikterus (kulit dan mata menguning).

Cara Mengobati Betis Sakit

Jika sudah mengalami betis sakit, maka perlu mengatasi hal tersebut. Berikut beberapa cara mengatasi betis sakit yang mudah untuk dilakukan:

1. Terapi Kompres Hangat

Mengompres betis sakit menggunakan handuk hangat merupakan metode praktis untuk meredakan pegal pada kaki dan mengurangi sakit pada betis.

Cara penerapannya mudah saja. Cuku letakkan handuk hangat di area yang terasa nyeri dan lakukan pijatan ringan pada otot yang tegang.

2. Rendam Kaki dengan Air Hangat

Salah satu cara untuk meredakan betis sakit lainnya adalah dengan merendam kaki dalam air hangat selama sekitar dua puluh menit.

Kamu juga dapat menambahkan garam laut ke dalam air hangat untuk membantu otot betis menjadi lebih rileks.

3. Peregangan

Peregangan juga dapat menjadi cara efektif untuk mengatasi betis sakit.

Cobalah mengangkat kaki ke atas tembok dan biarkan dalam posisi tersebut selama beberapa menit sebelum perlahan menurunkannya sambil melakukan pijatan ringan.

Jika betis masih terasa tegang, ulangi proses ini beberapa kali hingga betis terasa lebih santai.

4. Istirahat yang Cukup

Setelah mengalami nyeri dan pegal pada betis, sangat penting untuk segera istirahat.

Batasi aktivitas berjalan dan gerakan tubuh selama 23 jam pertama setelahnya untuk mencegah pegal pada betis semakin parah.

5. Gunakan Krim atau Salep

Ada beragam krim yang tersedia di pasaran untuk meredakan pegal pada betis.

Cara penggunannya cukup dengan mengoleskan krim tersebut pada area yang terasa pegal dan biarkan beberapa menit. Gunakan salep pegal dua kali sehari setelah mandi untuk mempercepat proses pemulihan.

6. Lakukan Olahraga Secara Teratur

Melakukan olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot.

Selama berolahraga, otot mengalami peregangan secara teratur, yang dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kram otot.

7. Berjemur di Pagi Hari

Untuk mencegah betis sakit, penting untuk memastikan tubuh mendapatkan cukup vitamin D. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi vitamin D adalah dengan berjemur di pagi hari.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pegal dan berbagai keluhan terkait otot lainnya. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir untuk terpapar sinar matahari pagi agar kebutuhan vitamin D terpenuhi.