INFOTANGERANG.ID- BMKG Wilayah II kembali mengingatkan potensi hujan lebat di Banten hingga 16 Januari 2026.
Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan lebat di Banten dipengaruhi menguatnya monsun Asia yang intensitasnya terpantau lebih kuat dibandingkan kondisi normal.
Selain itu, keberadaan daerah tekanan rendah di Samudera Hindia selatan Jawa Timur turut membentuk pola konvergensi udara yang berdampak langsung ke wilayah Banten.
“Pola konvergensi tersebut, ditambah kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang relatif labil, sangat mendukung terbentuknya awan-awan hujan secara lokal,” ujar Hartanto dalam keterangan tertulis, Selasa 13 Januari 2026.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, BMKG Wilayah II memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi selama periode 13 hingga 16 Januari 2026.
Wilayah Terdampak Hujan Lebat di Banten
- Pandeglang bagian barat dan selatan.
- Kabupaten Lebak bagian utara dan selatan
- Kabupaten Serang bagian barat dan selatan
- Kota Serang
- Kota Cilegon
- Kabupaten Tangerang
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar ruangan dan perjalanan darat, laut, maupun udara.
“Kewaspadaan dini sangat penting untuk meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem,” kata Hartanto.
Dengan potensi hujan lebat yang masih berlangsung, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan bersinergi meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak terburuk cuaca ekstrem di Banten.

