INFOTANGERANG.ID- Pemerintah memastikan penyaluran bansos PKH BPNT Januari 2026 berjalan tepat sasaran.
Pencaian bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai dilakukan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos).
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kemensos dalam memastikan bantuan sosial dan pangan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
“Seluruh program bantuan sosial Kemensos, mulai dari PKH, BPNT, hingga ATENSI untuk kelompok rentan, disalurkan menggunakan data tunggal sosial ekonomi nasional,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Selasa 6 Januari 2026.
Agus menjelaskan, penyaluran bansos tahun 2026 mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Data ini menjadi rujukan utama agar bantuan tidak salah sasaran.
Selain PKH dan BPNT, DTSEN juga digunakan untuk program ATENSI bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, serta program pemberdayaan sosial lainnya.
Target Penerima Bansos PKH BPNT 2026
Untuk tahun 2026, pemerintah telah menetapkan target penerima bantuan sebagai berikut:
- PKH: 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
- BPNT: 15 ribu KPM
Seluruh bantuan disalurkan secara nontunai, baik melalui transfer rekening bank maupun melalui PT Pos Indonesia. Proses validasi data dilakukan berlapis, mulai dari pendataan desa, verifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pengecekan lapangan oleh pendamping PKH.
Jadwal Pencairan Bansos PKH BPNT 2026
Mengacu pada pola penyaluran sebelumnya, bansos PKH dan BPNT dicairkan empat tahap dalam satu tahun, atau setiap tiga bulan sekali. Jadwalnya sebagai berikut:
- Tahap 1: Januari – Maret
- Tahap 2: April – Juni
- Tahap 3: Juli – September
- Tahap 4: Oktober – Desember
Pemerintah tidak menetapkan tanggal pencairan secara spesifik. Oleh karena itu, penerima diimbau rutin mengecek status bansos, karena pencairan bisa terjadi kapan saja dalam satu bulan berjalan.
Cara Cek Bansos PKH BPNT Januari 2026 Secara Online
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos secara mandiri tanpa harus datang ke kantor dinas. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah tempat tinggal (Provinsi hingga Desa/Kelurahan)
- Masukkan nama lengkap sesuai e-KTP
- Ketik kode captcha
- Klik Cari Data
Sistem akan menampilkan informasi status kepesertaan, jenis bantuan yang diterima, serta periode pencairan.
Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi
Selain website, pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos di ponsel:
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store
- Login menggunakan akun terdaftar (atau registrasi jika belum punya akun)
- Pilih menu Cek Bansos
- Isi data wilayah dan nama sesuai KTP
- Masukkan kode verifikasi
- Klik Cari Data dan tunggu hasilnya
Rincian Nominal Bansos PKH dan BPNT 2026
Jika merujuk pada besaran tahun sebelumnya, berikut perkiraan nominal bantuan yang diterima:
BPNT
- Rp 200.000 per bulan
- Dicairkan sekaligus per tiga bulan (Rp 600.000 per tahap)
PKH (per kategori):
- Ibu hamil: Rp 3.000.000/tahun
- Anak usia dini: Rp 3.000.000/tahun
- Siswa SD: Rp 900.000/tahun
- Siswa SMP: Rp 1.500.000/tahun
- Siswa SMA: Rp 2.000.000/tahun
- Disabilitas berat: Rp 2.400.000/tahun
- Lansia 60 tahun ke atas: Rp 2.400.000/tahun
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp 10.800.000/tahun
Bantuan PKH dicairkan dalam empat tahap dengan nominal berbeda sesuai kategori penerima.

