INFOTANGERANG.ID- Kasus hilangnya pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ali, akhirnya menemukan titik akhri.

Pemuda dengan nama lengkap Syafiq Ridhan Ali Razan (18), sempat dilaporkan tidak kembali dari jalur pendakian lalu sekarang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah 17 hari pencarian intensif oleh tim SAR dan relawan.

Diketahui, Syafiq Ali sebelumnya mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan, melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, Minggu (28/12/2025).

Pendakian tersebut awalnya berjalan normal sebelum berubah menjadi situasi darurat ketika keduanua beristirahat di Pos 5.

Disaat itu Himawan juga mengalami kram kaki sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Syafiq kemudian memutuskan turun lebih dulu untuk mencari pertolongan, sementara Himawan diminta menunggu di Pos 5.

Namun setelah itu, Syafiq tak kunjung kembali hingga kontak keduanya terputus.

Himawan akhirnya bergerak naik menuju Pos 9 di ketinggian sekitar 3.183 mdpl dam berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Sementara itu, Syafiq ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026, tepat setelah 17 hari pencarian.

Fakta-Fakta Penting Ditemukannya Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet

Berikut adalah rangkuman fakta-fakta penting ditemukannya pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan.

1. Pencarian Melibatkan Anak Indigo

Upaya pencarian Syafiq sempat melibatkan seorang anak Indogo yang didatangkan dari Cilacap, Jawa Tengah.

Langkah ini diambil karena korban tak kunjung ditemukan meskipun penyisiran sudah dilakukan secara menyeluruh oleh tim SAR dan relawan.

Salah satu relawan, Amrul (20), menyebutkan bahwa anak indigo tersebut didatangkan untuk menelusuri titik-titik terakhir keberadaan Syafiq.

Tim relawan independen bersama anak indigo kemudian ditempat di sekitar pos 9, meski tidak sampai pada lokasi ditemukannya jasad korban.

2. Lokasi Penemuan Sempat Disisir Berulang Kali

Area hilangnya Syafiq berada di lereng berbatu dengan kontur tanas tandus serta banyak aliran sungai kecil.

Menurut relawan, lokasi tersebut sebenarnya sudah beberapa kali dilewatkan tim pencarian sejak hari-hari awal.

Namun hingga hari ke-17, korban belum juga ditemukan.

Kondisi ini kemudian menimbulkan tanda tanya di kalangan relawan, terlebih setelah muncul penjelasan dari anak indigo yang menyebut korban seolah “tertutup” sehingga sulit terlihat secara kasat mata.

3. Kondisi Jasad Saat Ditemukan

Syafiq ditemukan dalam kondisi tertelungkup diantara bebatuan.

Saat ditemukan, jaket dan celana pendek masih melekat di tubuh korban, sementara celana panjang terlepas sebagian.

Beberapa barang pribadi seperti sepatu, dompet, dan ponsel ditemukan terpisah dari jasad.

4. Dugaan Meninggal Akibat Hipotermia

Tim relawan dan Basarnas Jawa Tengah menduga Syafiq meninggal dunia akibat hipotermia.

Dugaan ini didasarkan pada kondisi korban saat ditemukan, termasuk pakaian yang terlepas dari tubuh, fenomena yang kerap terjadi pada korban hipotermia berat.

Komandan Tim Basarnas Jawa Tengah, Andika, menjelaskan bahwa jasad Syafiq ditemukan di kawasan Pos 9, tepatnya di area Watu Langgar.

Lokasi tersebut tidak jauh dari titik ditemukannya Himawan sebelumnya.

5. Proses Evakuasi Capai 15 Jam

Evakuasi jenazah Syafiq berlangsung cukup lama akibat medan ekstrem di lereng Puncak Selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menyebut proses evakuasi diperkirakan memakan waktu sekitar 15 jam.

Faktor cuaca dan medan terjal menjadi tantangan utama dalam proses tersebut.

6. Jenazah Tiba Rabu Malam dan Dimakamkan di TPU Sidotopo

Jenazah Syafiq akhirnya dibawa ke Kota Magelang pada Rabu malam untuk dimakamkan.

Keluarga memutuskan untuk memindahkan lokasi pemakaman dari Permakaman Sambung Lor ke TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara.

Keputusan ini diambil karena TPU Sidotopo dinilai lebih dekat dengan rumah keluarga serta makam keluarga lainnya.

Warga setempat turut membantu seluruh proses persiapan pemakaman.

Pihak pemerintah daerah menyebutkan bahwa waktu kedatangan jenazah bersifat situasional, bergantung pada kondisi cuaca di puncak Gunung Slamet.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter