Hari Raya Waisak 2024/2568 BE: Sejarah dan Temanya

Infotangerang.id- Peringatan Hari Raya Waisak 2568 BE (Buddhis Era) atau kalender Buddha jatuh pada hari Kamis, 23 Mei 2024.

Sejarah Hari Raya Waisak

Menurut sejarahnya, Waisak adalah festival umat Buddha buat merayakan Buddha Gautama sebagai Guru Agung atau Guru Spiritual sekitar pada abad ke-5 SM.

Umat Buddha menghayati Waisak sebagai bentuk mengenang perjuangan Sang Buddha Gautama menemukan Dhamma Kebenaran mulia untuk membawa manusia mencapai kebahagiaan.

Buddha Gautama atau Siddharta Gautama terlahir sebagai guru serta punya pemikiran yang bernilai.

Pemikirannya, yaitu kemewahan dan kekayaan tidak akan dapat menjamin kebahagiaan seorang manusia.

Siddharta Gautama pun mendapat pencerahan saat berada di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya. Sekarang, pohon tersebut jadi tempat yang bersejarah buat agama Buddha di negara India.

Screenshot 2024 05 21 161344

Sementara itu, dikisahkan bahwa Buddha Gautama pun berkeliling sebagai tunawisma sembari belajar untuk bermeditasi dalam kurun waktu sekitar enam tahun.

Dalam perjalanannya, sang Buddha juga terus belajar dan mempraktikkan kehidupan asketisme, yang berarti hidup tanpa kenikmatan duniawi untuk memperoleh keuntungan dari segi spiritual.

Setelah mendapat pencerahan sempurna, Buddha Gautama lantas memberikan ilmu kepada orang lain buat mencapai jalan kebebasan, agar terbebas dari semua ketidaktahuan, keluar dari berbagai nafsu keinginan, dan terlahir kembali setelah mengalami penderitaan.

Selain itu, perayaan Hari Raya Waisak juga bertujuan memperingati tiga peristiwa penting yaitu, Kelahiran Pangeran Sidharta, Pertapa Sidharta menjadi Buddha, dan Buddha Gautama Parinibbana (wafat).

Tema Hari Raya Waisak 2568 BE

Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan tema peringatan Hari Raya Waisak tahun 2024/2568 BE.

Tema tersebut yaitu, ‘Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia’.

Selain tema, terdapat pula berbagai sub tema yang ditetapkan oleh Lembaga-Lembaga Keagamaan Buddha di Indonesia, sebagai berikut:

  • Sangha Agung Indonesia (SAGIN), “Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan Dalam Berbangsa”.
  • Sangha Theravada Indonesia (STI), “Memperkokoh Persatuan dalam Keberagaman”
  • Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI), “Untuk Hidup Bahagia Sebagai Makhluk dan Manusia, Marilah Kita Meningkatkan Kesadaran yang diajarkan oleh Sang Buddha”.

Baca berita lainnya di Infotangerang.id dan Tangselife.com

 

1 Komentar

Sudah ditampilkan semua

Komentar ditutup.