Konsumsi Susu Protein Punya Segudang Manfaat, Simak Ulasannya

Mengonsumsi susu untuk tumbuh tinggi dan tulang kuat, namun juga merupakan sumber pangan padat nutrisi, mulai dari protein, vitamin, hingga mineral.

Infotangerang.id- Protein merupakan nutrisi yang berperan penting dalam menjaga kesehatan di setiap tahapan usia, salah satu fungsi protein yakni sebagai bahan dasar penyusun otot.

Dimana otot merupakan komponen penting penyusun komposisi tubuh manusia untuk menjaga postur tubuh, mendukung pergerakan anggota tubuh, menjaga agar tubuh tetap kuat, serta berperan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari baik di masa kanak-kanak, remaja, dewasa, maupun usia lanjut.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Respati, Sp.KO menjelaskan, pola hidup sehat, termasuk mengonsumsi cukup protein dan rutin beraktivitas fisik, sangat penting dibangun sejak dini.

 

“Karena akan menjadi landasan anak untuk melanjutkan kebiasaan sehat hingga usia dewasa nanti. Masa kanak-kanak saat usia sekolah adalah adalah masa dimana terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik, sosial, dan mental yang pesat,” ujar dalam peringatan Hari Susu Sedunia bersama HiLo.

Mengonsumsi susu untuk tumbuh tinggi dan tulang kuat, namun juga merupakan sumber pangan padat nutrisi, mulai dari protein, vitamin, hingga mineral.

Pentingnya Protein di Masa Pertumbuhan

Mengonsumi protein yang cukup sangat penting dalam masa pertumbuhan, termasuk untuk pembentukan tulang yang sehat dan kuat. Hingga fungsi kognitif, asupan protein haruslah dipenuhi dengan baik sebagai bagian dari pola makan sehat di masa kanak-kanak.

Pada masa remaja, terjadi perubahan fisik yang pesat, misalnya penambahan tinggi badan, peningkatan massa otot, perubahan distribusi lemak tubuh, dan perkembangan organ-organ seksual sekunder.

“Konsumsi protein yang cukup di masa ini berperan penting dalam mengoptimalkan periode growth spurt,” tambah dr. Dhika.

Manusia Kehilangan 3 sampai 8 persen Massa Otot Tiap Dekade

Lebih jauh lagi, kekuatan otot mampu menjadi prediktor umur panjang karena dapat menjadi indikator kesehatan sistem neuromuskular (jaringan neuromuskular yang sehat dan fungsional). Sayangnya saat menginjak usia 30 tahun, manusia kehilangan sekitar 3-8 persen massa otot setiap dekadenya.

Laju pengurangan massa otot akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia. Demi mendukung kerja fungsi tubuh yang baik termasuk menjaga massa otot tetap optimal, adapun angka kecukupan protein yang disarankan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2019 untuk pria usia 19-64 tahun adalah sebesar 65 gram/hari, dan 60 gram/hari untuk wanita usia 19-64 tahun.

Brand Specialist HiLo, Lisa Arianti mengatakan, melalui kehadiran HiLo dalam dua dekade, pihaknya terus mengedukasi masyarakat bahwa susu itu lebih dari sekedar minuman untuk tumbuh tinggi dan tulang kuat, namun juga merupakan sumber pangan padat nutrisi, mulai dari protein, vitamin, hingga mineral.

WhatsApp Image 2024 06 09 at 14.32.49

“Oleh karena itu, pada usia ke 20 tahun ini, HiLo juga berinovasi menjadi lebih baik, dengan mempersembahkan susu protein tinggi kalsium yang paling lengkap nutrisi dan enak untuk setiap tahapan usia,” imbuhnya.

Selain komitmen untuk menginspirasi hidup sehat, brand HiLo juga percaya bahwa hidup sehat tidak bisa lepas dari dukungan pada bidang pendidikan dan lingkungan.

Oleh karena itu, dalam perjalanannya, HiLo juga turut mendukung kualitas pendidikan Indonesia, melalui berbagai inisiatif program andalan dalam kampanye Gerakan Sekolah Sehat Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi.

Area Marketing Associate Tangerang Raya, Azzavira liyanshurullah menambahkan, begitu juga pada bidang lingkungan, HiLo bertumbuh secara bertahap menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability) mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga kampanye yang dilakukan.

Di tahun 2024 ini, HiLo menggelar roadshow HiLo Body Move Challenge untuk mengajak anak Indonesia lebih sehat fisik dan sehat bergizi, melalui edukasi kesehatan yang dilakukan di sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, dengan target mencapai 240 ribu pelajar di lebih dari 30 provinsi di Indonesia.

Baca berita lainnya di Infotangerang dan Tangselife