Kronologis Kericuhan di Pelabuhan Bakauheni, PT ASDP Minta Maaf

Kericuhan di Pelabuhan bakauheni

Infotangerang.id – Puncak arus balik Lebaran 2024 diwarnai dengan terjadinya kericuhan di Pelabuhan Bakauheni Minggu, 14 April 2024 malam hari.

Kericuhan tersersebu karena adanya antrean kendaraan yang tidak tertip (menyerobot). Hal itu membuat para pemudik lainnya melakukan prodes kepada pihak pengelola yaitu PT ASDP.

Atas insiden kericuhan tersebut, Coorporate Secretary PT ASDP, Shelvy Arifin mengungkapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat inseiden tersebut.

“Karena volume kendaraan yang terus meningkat mengakibatkan ketidaknyamanan yang pengguna jasa rasakan lebih lama dari waktu normal,” ungkapnya.

Lanjut, Shelvy juga menghimbau kepada para pemudik agar sabar dalam mengantre, sekaligus mohon pengertiannya kepada petugas yang bertugas.

Kronologis Kericuhan Antrean di Pelabuhan Bakauheni

Awal kericuhan tersebuk ketika ada petugas yang mendahulukan pemudik yang terlambat datang mengantre. Sedangkan pemudik yang sudah lama mengantre belum juga berangat itu terjadi di dermaga eksekutif.

Kita jalan, datang ke sini sesuai antrean, tertib, nunggu. Antre parkir satu jam kita tunggu, masuk lagi ke sini satu jam, sampai sekitar 4-5 jam, tiba-tiba ada tiga barisan kita belum bisa masuk (sto). Kita pikir sudah penuh kapal, kita diam saja, tapi ternyata di sebelah kanan kita yang tidak sesuai antreannya, ada dua baris mobil masuk,” keluh Rizal salah satu pemudik yang protes atas entrean tersebut.

Lanjut, Rizal menymapaikan perasaan yang kecewa atas ketidak adilan yang petugas lapangan lakukan saat antrean masuk ke kapal. Saat terjadinya protes petugas tidak bisa menjawab protes tersebut.

“Kenapa ada orang-orang yang mendapatkan keistimewaan. Kita komplain jawabannya tenang aja semua pasti naik. Ya kita ngerti semua pasti naik, masalahnya ikut aturan enggak?,” tegas pertanyaan Rizal.

Akibat hal tersebut, suasana menjadi panas dan hampir terjadi keributan atara petugas dan para pemudik yang mengantri.