Kualitas Udara Tangerang, Jakarta dan Bekasi Senin 13 Mei 2024: Tidak Sehat, Waspada Aktivitas di Luar Ruangan

Kualitas udara di Tangerang, Jakarta dan Bekas.

Infotangerang.id– Kualitas udara di Tangerang, Jakarta dan Bekasi hari ini pada Senin 13 Mei pagi ini, untuk wilayah DKI Jakarta, Tangerang, dan Bekasi berada dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Kualitas udara menurut data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 07.15 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 110. Konsentrasi partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 tercatat sebesar 39 mikrogram per meter kubik.

Kualitas udara hari ini berdasarkan konsentrasi partikel halus (PM2,5) yang tercatat saat ini di DKI Jakarta setara dengan 7,4 kali lipat dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Informasi dari situs pemantau kualitas udara juga menunjukkan bahwa Jakarta saat ini menduduki peringkat kedua, setelah Aceh sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia.

Sedangkan Kualitas udara hari ini di Tangerang dan Bekasi, saat ini mencapai tingkat polusi tinggi dan tidak sehat untuk kelompok yang sensitif.

Berdasarkan data pemantauan kualitas IQAir, indeks kualitas udara di Tangerang maupun Bekasi mencapai angka 73.

Kualitas Udara Terburuk

Pada hari Senin ini, kota dengan kualitas udara terburuk pertama dan kedua di dunia adalah Haur dan Hospet, India, dengan indeks kualitas udara masing-masing mencapai angka 957 dan 802.

Diikuti oleh Kashgar, China, dengan angka 780, dan Bellary, India, dengan angka 498.

Ini menunjukkan bahwa polusi udara menjadi masalah serius di berbagai kota besar di seluruh dunia, mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah-langkah penanganan yang lebih serius dan upaya bersama diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara global.

Hal tersebut tentu dapat berdampak negatif terutama pada individu dengan sensitivitas terhadap polusi udara.

Itu sebabnya, sebaiknya kelompok sensitif, seperti anak-anak, orang tua, dan individu dengan masalah pernapasan, menghindari aktivitas di luar ruangan yang berlebihan dan mempertimbangkan untuk menggunakan masker respirator jika diperlukan.