INFOTANGERANG.ID- Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengeluarkan imbauan tegas kepada para orang tua agar tidak mengizinkan anak berangkat ke sekolah apabila mengalami gejala campak.

Langkah ini diambil menyusul lonjakan kasus campak di Kota Tangerang yang mencapai ratusan setiap bulan sejak akhir 2025 hingga memasuki awal 2026.

Peningkatan kasus campak di Kota Tangerang terpantau cukup signifikan dan menunjukkan pola fluktuatif setiap pekan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpotensi memperluas penyebaran di lingkungan sekolah maupun rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menyatakan bahwa angka kasus tahun ini melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Terjadi peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan sektor kesehatan,” ujar dr. Dini sebagaimana dilansir, Kamis (5/3/2026).

Anak Bergejala Campak di Kota Tangerang Diminta Tidak Masuk Sekolah

Dinkes mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih peka terhadap gejala awal campak. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam tinggi
  • Batuk dan pilek
  • Muncul ruam kemerahan di kulit

Apabila anak menunjukkan gejala tersebut, orang tua diminta tidak mengirimkan anak ke sekolah guna mencegah penularan yang lebih luas.

Penularan campak tidak hanya terjadi melalui kontak langsung, tetapi juga melalui udara akibat percikan batuk dan bersin (droplet).

Artinya, risiko penyebaran di ruang kelas yang tertutup cukup tinggi jika tidak dilakukan pencegahan sejak dini.

Menurut dr. Dini, satu kasus yang tidak segera ditangani berpotensi memicu penyebaran di lingkungan sekitar, baik di rumah maupun di sekolah.

Peningkatan kasus campak di Kota Tangerang diduga dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah kelengkapan dan pemerataan imunisasi campak yang belum optimal di beberapa wilayah.

Selain itu, kondisi cuaca serta tingginya potensi penyebaran virus melalui droplet juga turut mempercepat penularan.

Masyarakat yang mengalami gejala diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Jika ada anggota keluarga yang terindikasi campak, disarankan melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Pemkot Aktifkan Sistem Kewaspadaan Dini Kasus Campak di Kota Tangerang

Sebagai langkah pengendalian, Pemerintah Kota Tangerang telah mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Sistem ini memungkinkan fasilitas kesehatan melaporkan setiap kasus secara cepat dan terintegrasi.

Dengan adanya SKDR, pemantauan perkembangan kasus dapat dilakukan secara real-time sehingga langkah penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi.

Meski terdapat laporan kasus dengan komplikasi, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada.

Campak yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia.

Kewaspadaan, kelengkapan imunisasi, serta deteksi dini menjadi kunci utama untuk menekan lonjakan kasus campak di Kota Tangerang pada awal 2026 ini.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter