INFOTANGERANG.ID- Pemerintah Kota Tangerang resmi menetapkan status Awas banjir pada bulan Ramadan 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir yang berpotensi memicu kenaikan muka air sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menyampaikan bahwa status awas banjir ini ditetapkan karena curah hujan dengan durasi panjang, terutama pada malam hari, menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai.

Menurutnya, kondisi tersebut telah memicu luapan air sungai di awal Ramadan dan berdampak pada sejumlah kawasan permukiman warga.

Taufik menjelaskan, hujan yang turun secara terus-menerus meski tidak selalu berintensitas tinggi tetap dapat menyebabkan peningkatan signifikan pada ketinggian muka air sungai.

Beberapa wilayah yang mulai menunjukkan kenaikan debit air antara lain:

  • Regency Jembatan Alamanda Periuk (imbas Kali Ledug)
  • Taman Cibodas Periuk (imbas Kali Sabi)
  • Perumahan Puri Kartika Baru Ciledug (imbas Kali Wetan)

Kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa potensi banjir masih mengintai, terutama jika hujan kembali turun dengan durasi panjang dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Tangerang telah mengaktifkan seluruh unit rumah pompa di titik-titik rawan genangan.

Petugas juga disiagakan untuk memantau perkembangan situasi secara berkala.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan genangan dapat segera ditangani dan dampak banjir bisa diminimalkan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar aktif memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang (BPBD) Mahdiar telah mengeluarkan imbauan siaga banjir yang berlaku selama tiga bulan, terhitung sejak Desember 2025 hingga Februari 2026.

Selain status awas banjir, masyarakat juga diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat. Perubahan cuaca yang ekstrem dinilai dapat memengaruhi kondisi kesehatan, terutama di musim penghujan.

Momentum Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat pada malam hari turut menjadi perhatian pemerintah.

Hujan yang sering turun pada waktu tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko genangan dan luapan sungai.

Karena itu, warga Tangerang diimbau untuk:

  • Tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air
  • Membersihkan drainase lingkungan secara rutin
  • Memantau informasi resmi dari pemerintah daerah
  • Segera melapor jika terjadi kenaikan air yang signifikan
Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter