INFOTANGERANG.ID- Jumlah pengangguran di Banten kembali mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu tiga bulan, tercatat ada tambahan belasan ribu orang yang masuk kategori tidak bekerja.

Data tersebut terungkap dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten secara daring, mencakup laporan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025, Kemiskinan September 2025, Ketenagakerjaan November 2025, serta Ketimpangan Pengeluaran Penduduk September 2025.

Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, menyampaikan bahwa hingga November 2025, jumlah penduduk usia kerja yang berstatus menganggur di Banten mencapai 430 ribu orang.

“Jika dibandingkan dengan kondisi Agustus 2025, jumlah pengangguran meningkat sebanyak 17,66 ribu orang,” ujar Yusniar dikutip Kamis 5 Februari 2026.

Penduduk Usia Kerja dan Angkatan Kerja Terus Bertambah

Yusniar menjelaskan, jumlah penduduk usia kerja di Banten pada November 2025 mencapai 9,57 juta orang, atau bertambah sekitar 28 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Dari total tersebut, sebanyak 6,48 juta orang masuk dalam kategori angkatan kerja, meningkat cukup signifikan yakni 314 ribu orang dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu, sisanya 3,09 juta orang tercatat sebagai bukan angkatan kerja.

“Angkatan kerja ini terdiri dari penduduk yang bekerja sebanyak 6,05 juta orang, naik sekitar 296,34 ribu orang dibandingkan Agustus,” jelasnya.

Namun di sisi lain, jumlah pengangguran tetap menunjukkan kenaikan, seiring bertambahnya angkatan kerja baru yang belum terserap pasar kerja.

Dari total penduduk yang bekerja di Banten, BPS mencatat sebanyak 4,54 juta orang merupakan pekerja penuh. Sementara 1,51 juta orang bekerja sebagai pekerja paruh waktu, dan 444,82 ribu orang masuk kategori setengah pengangguran.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun kesempatan kerja bertambah, kualitas dan jam kerja masih menjadi tantangan tersendiri di pasar tenaga kerja Banten.

Tingkat Pengangguran di Banten Justru Menurun

Menariknya, di tengah bertambahnya jumlah pengangguran secara absolut, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Banten justru mengalami penurunan.

“Selama periode Agustus 2025 hingga November 2025, TPT turun dari 6,69 persen menjadi 6,63 persen,” kata Yusniar.

Penurunan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan angkatan kerja masih diimbangi dengan penyerapan tenaga kerja, meski belum sepenuhnya mampu menekan jumlah pengangguran secara signifikan.

Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong penciptaan lapangan kerja yang tidak hanya menyerap tenaga kerja baru, tetapi juga meningkatkan kualitas pekerjaan di Banten.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter