INFOTANGERANG.ID- Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP 2026 akan segera dibuka dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan lagi.
Hal tersebut membuat banyak siswa dan orang tua mulai mencari kepastian soal sistem penilaian jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes ini.
Pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah soal ‘SNBP 2026 pakai nilai apa?’.
Melansir dari kanal YouTube SNPMB ID, Koordinator SNBP, Riza Satria Perdana menjelaskan, seleksi SNBP tahun ini tidak hanya menitik beratkan satu aspek saja.
Penilaian akan dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan nilai rapor, mata pelajaran pendukung program studi, prestasi siswa, serta nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berfungsi sebagai validator.
Komponen Penilaian SNBP 2026
Secara garis besar, berikut komponen yang digunakan dalam seleksi SNBP 2026:
1. Nilai Rapor
Nilai rapor menjadi fondasi utama dalam penilaian SNBP 2026.
Nantinya yang dinilai bukan hanya satu atau dua mata pelajaran, melainkan rata-rata seluruh nilai rapor siswa dari semester yang ditentukan.
“Rata-rata nilai rapor secara keseluruhan harus bagus,” ujar Riza.
Artinya, konsistensi nilai dari berbagai mata pelajaran menjadi faktor penting bagi siswa yang ingin lolos jalur SNBP.
Nilai rapor siswa yang dinyatakan eligible akan diisikan oleh sekolah ke dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Periode pengisian PDSS sendiri sudah dibuka mulai 5 Januari hingga 2 Februari 2026.
Sekolah dapat mengisi PDSS secara manual maupun otomatis.
Pengisian otomatis melalui e-Rapor memberikan keuntungan tambahan berupa penambahan kuota siswa eligible sebesar 5 persen.
2. Nilai Mata Pelajaran Pendukung Program Studi
Selain nilai rapor secara umum, SNBP 2026 juga mempertimbangkan rata-rata nilai mata pelajaran pendukung yang relevan dengan program studi tujuan.
Mata pelajaran pendukung berbeda-beda tergantung prodi yang dipilih.
Misalnya, calon mahasiswa prodi sains tentu akan dinilai lebih pada mata pelajaran seperti matematika dan fisika, dibandingkan mata pelajaran lain.
Daftar resmi mata pelajaran pendukung ini diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 102/M/2025 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam SNBP.
Daftar lengkap mata pelajaran pendukung setiap prodi dapat diakses melalui laman resmi Kemdikbud.
3. Prestasi Siswa
Komponen lain yang tak kalah penting adalah prestasi siswa.
Prestasi terbaik, baik akademik maupun non-akademik, dapat disertakan saat pendaftaran SNBP 2026.
Riza menjelaskan bahwa prestasi tidak harus selalu linier dengan program studi tujuan, meski prestasi yang relevan tentu memiliki nilai tambah.
Sebagai contoh, peraih medali olimpiade fisika sangat relevan untuk mendaftar ke program studi fisika, begitu pula prestasi di bidang matematika.
4. Nilai TKA sebagai Validator
Berbeda dari jalur SNBT, nilai TKA pada SNBP 2026 tidak digunakan sebagai tes seleksi utama, melainkan sebagai validator nilai rapor.
“Nilai TKA digunakan untuk memvalidasi nilai rapor,” jelas Riza. Artinya, hasil TKA dapat memperkuat atau justru mengoreksi nilai rapor yang sudah diinput.
Sebagai ilustrasi, siswa dengan nilai rapor sangat tinggi bisa saja mengalami penyesuaian jika nilai TKA-nya rendah.
Sebaliknya, siswa dengan nilai rapor sedang dapat terbantu apabila nilai TKA menunjukkan kemampuan akademik yang kuat.
Meski demikian, komponen penilaian tetap mengacu pada rata-rata nilai rapor yang telah divalidasi oleh TKA, bukan nilai mentah semata.
Dengan sistem penilaian seperti ini, siswa yang ingin sukses di SNBP 2026 perlu menjaga konsistensi nilai rapor, memahami mata pelajaran pendukung prodi tujuan, serta memastikan data di PDSS terisi dengan benar oleh sekolah.
Memahami sejak dini SNBP 2026 pakai nilai apa menjadi langkah awal agar siswa dapat menyusun strategi yang tepat dan meningkatkan peluang diterima di PTN impian tanpa harus mengikuti tes tertulis.

