7 Persen Target Angka Stunting Tangsel oleh Dinkes, Malah Naik jadi 9,2 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Alin Mengungkapkan Keniakan Angka Stunting Tangsel berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023

Infotangerang.id – Tidak sesuai target, angka stunting Tangsel atau Kota Tangerang Selatan justru mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen.

Angka stunting di Tangsel sebelumnya 9 persen, namun hasil terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Survei Kesehatan Indonesia meningkat menjadi 9,2 persen.

Hal tersebut tidak sesuai target dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel yang mengatakan pada awal tahun 2024 akan mengalami penurunan angka stunting Tangsel hingga 7 pesen.

“Angka stunting 2024 ditargetkan (turun menjadi) 7 persen,” kata Alin dikutip dari Tangselife.com, Selasa, 23 Januari 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar mengungkapkan angka stunting Tangsel tersebut dari hasil Survei Keheatan Indonesia tahun 2023.

“Hasil Survei Kesehatan Indoensia tahun 2023 sebanyak 9,2 persen. dari 9 menjadi 9,2 perse,” ungkap Alin, dikutip dari Tangselife.com, Jumat, 24 Mei 2024.

Beda Data Angka Stunting Tangsel dari Kemenkes dan Dinkes

Namun, Kepala Dinkes Tangsel Alin mengklaim bahwa dirinya mempunyai data data penderita stunting berdasarkan Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).

Berdasarkan data tersebut, angka stunting Tangsel pada tahun 2022 sebanyak 1,15 persen atau 1.333 balita.

Sedangkan di tahun 2023 mengalami penurunan dari data tersebut, mnejadi 0,82 persem atau 894 balita.

Lanjut, Alin menyampaikan hahwa data tersebut bukan menjadi hambatan dalam penurunan angka stunting Tangsel.

“Tapi (perbedaan data) tersebut tidak perlu diperdebakan, kami punya data lebih jelas yang harus dilakukan,” pungkasnya.

Walikota Harap Angka Sunting Tangsel Kembali Turun

Sedangkan, Wali Kota Benyamin berharap agar seluruh OPD pemerintah Kota dapat saling berkolaborasi agar angka stunting kembali turun.

Benyamin menilai meski kenaikan hanya 0,2 persen saja, tetapi hal tersebut tidak boleh diabaikan.

“Maka, dalam kegiatan rembuk stunting ini harus ditemukan permasalahan kenapa angka menjadi naik 0.2 persen. padahal waktu itu sempat turun. Mestinya sekarang saya kira menjadi 5 persen, kok malah jadi naik. Jadi kita harus bersama mencari penyebab dan solusi stretegisnya,” pungkasnya.