INFOTANGERANG.ID- Varian baru virus influenza yang kerap disebut super flu kini telah terdeteksi di Indonesia.
Temuan ini memicu kewaspadaan di kalangan tenaga medis, terutama karena anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga awal Januari 2026 tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia.
Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Pola penyebaran super flu ini menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, khususnya di lingkungan keluarga dan sekolah, mengingat virus influenza dikenal dapat menyebar dengan cepat.
Anak Usia 1–10 Tahun Dominasi Kasus Super Flu
Kemenkes mencatat, kelompok usia 1 hingga 10 tahun menyumbang sekitar 35 persen dari total kasus super flu yang terdeteksi. Sementara itu, pasien perempuan tercatat mencapai sekitar 64 persen dari keseluruhan kasus.
Dominasi infeksi pada anak-anak membuat upaya pencegahan menjadi fokus utama para tenaga kesehatan, mengingat sistem imun anak yang belum sepenuhnya matang.
Langkah Pencegahan Super Flu pada Anak
Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K), menjelaskan bahwa kunci utama pencegahan super flu adalah konsistensi dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Pencegahan terbaik adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memakai masker, rutin mencuci tangan, menjaga jarak dari orang yang sakit, serta melakukan imunisasi influenza terutama untuk balita,” jelas dr Nastiti.
Ia menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jika fasilitas tersebut tidak tersedia, penggunaan hand sanitizer dapat menjadi alternatif.
Selain menjaga kebersihan, anak juga dianjurkan untuk:
- Cukup beristirahat
- Memperbanyak minum air putih
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila gejala memburuk atau muncul tanda bahaya. Penerapan etika batuk, seperti menutup mulut dan hidung, juga berperan penting dalam menekan risiko penularan.
Dr Nastiti juga merekomendasikan vaksinasi influenza rutin untuk anak-anak.
Meski subclade K diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif untuk menurunkan risiko infeksi dan memperingan gejala.
Secara medis, vaksin influenza terbukti mampu menurunkan:
- Angka kematian dan rawat inap anak hingga 70–75 persen
- Risiko komplikasi pada orang dewasa sekitar 30–40 persen
“Vaksin influenza direkomendasikan mulai usia 6 bulan. Untuk dosis pertama diberikan dua kali dengan jarak empat minggu, kemudian dilanjutkan satu dosis setiap tahun,” jelasnya.
Munculnya kasus super flu di Indonesia menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama, terutama dalam melindungi anak-anak. Dengan penerapan pola hidup bersih, deteksi dini, dan vaksinasi rutin, risiko penyebaran virus dapat ditekan secara signifikan.

