INFOTANGERANG.ID- Kawasan adat Suku Baduy yang berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, akan ditutup sementara selama pelaksanaan ritual adat Kawalu.
Penutupan kawasan adat Suku Baduy ini dijadwalkan mulai Selasa, 20 Januari 2026, dan berlangsung hingga sekitar Maret 2026.
Tanggal tersebut bertepatan dengan 1 Kawalu Tembeuy berdasarkan penanggalan adat Baduy.
Selama periode ini, aktivitas kunjungan ke wilayah inti adat akan dibatasi secara ketat demi menjaga kesakralan ritual.
Ritual Sakaral Kawasan Adat Suku Baduy
Kepala Desa Adata Kanekes, Oom, menjelaskan bahwa Kawalu merupakan ritual adat tahunan yang memiliki makna penting bagi masyarakat Baduy.
Upacara ini menjadi bagian dari rangkaian adat setelah masa panen, sekaligus bentuk ungkapan syukur kepada Sang Pencipta.
“Kawaluitu ritual adat yang sifatnya sakral dan tertutup. Ini bagian dari rangkaian upacara adat setelah panen,” ujar Oom sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Jumat (9/1/2026).
Karena sifatnya yang sakral, ritual Kawalu dilaksanakan secara tertutup dan tidak dapat disaksikan oleh masyarakat luar.
Selama ritual Kawalu berlangsung, wilayah kawasan adat Suku Baduy Dalam akan ditutup sepenuhnya untuk wisatawan dan masyarakay umum.
Penutupan ini berlaku selama tiga bulan hitungan adat, dimulai dari bulan pertama Kawalu hingga seluruh rangkaian ritual selesai.
Oom menegaskan, hanya pihak tertentu yang dapat memasuki kawasan Baduy Dalam.
Itupun dengan jumlah yang sangat terbatas dan harus melalui izin adat.
“Kalau pun ada yang masuk, itu harus urusan khusus, dengan kepentingan khusus, perorangan, maksimal 10 orang dan wajib didampingi langsung,” jelasnya.
Adapun kampung-kampung Baduy Dalam seperti Cikeusik, CIkartawana, dan Cibeo dipastikan tidak menerima kunjungan selama masa Kawalu.
Baduy Luar Tetap Terbuka untuk Wisata Budaya
Meski Baduy Dalam ditutup, masyarakat dan wisatawan masih diperbolehkan berkunjung ke wilayah Baduy Luar. Kunjungan ini umumnya untuk wisata budaya, edukasi, maupun studi lapangan, dengan tetap menghormati aturan adat setempat.
Beberapa kampung Baduy Luar yang masih dapat dikunjungi antara lain:
- Kaduketug 1
- Cipondok
- Kaduketug 2 dan 3
- Lebak Jeruk
- Balimbing
- Marengo
- Cikua
- Gajeboh
- Kadujangkung
- Kadugede
- Karahkal
- Cempaka
- Cijanar
- Ciranji
- Lebak Huni
Pengunjung tetap diimbau menjaga sikap, tidak merusak lingkungan, serta mematuhi larangan adat selama berada di kawasan Baduy.
Penutupan kawasan adat Baduy saat ritual Kawalu merupakan tradisi turun-temurun yang harus dihormati.
Pemerintah desa adat mengajak wisatawan untuk menyesuaikan rencana perjalanan dan tidak memaksakan diri masuk ke wilayah terlarang.
Dengan memahami aturan adat, wisata budaya ke Baduy diharapkan tetap berjalan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dijaga masyarakat hingga kini.

