INFOTANGERANG.ID- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka kemungkinan penerapan skema WFH atau work from homo serta pembelajaran daring demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pramono berkaca pada cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, yang sempat mengganggu mobilitas masyarakat di sejumlah titik Jakarta. Meski berharap kondisi serupa tidak terulang, Pemprov memilih bersiap lebih awal.
“Kalau ada indikasi cuaca ekstrem dan itu terjadi di hari kerja, saya akan mengambil keputusan untuk melakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita,” ujar Pramono Rabu 21 Januari 2026.
Skema WFH dan Sekolah Online di Jakarta
Pramono menegaskan, kebijakan WFH dan sekolah daring bukan berarti Pemprov mengendurkan upaya penanganan banjir dan cuaca ekstrem. Justru sebaliknya, anggaran untuk normalisasi sungai, pengadaan pompa, hingga penanganan cuaca ekstrem tetap dipertahankan.
Bahkan, Pemprov Jakarta kini menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan durasi lebih panjang dari biasanya.
“Biasanya hanya satu sampai tiga hari. Sekarang bisa sampai satu bulan penuh. Ini kami lakukan karena cuaca memang sedang ekstrem sekali dan kami tidak ingin dampaknya meluas,” kata Pramono.
Langkah ini menunjukkan bahwa Pemprov tak hanya fokus pada respons darurat, tetapi juga pencegahan jangka menengah agar aktivitas warga tetap berjalan aman.
Skema WFH dan sekolah online di Jakarta menegaskan satu hal, keselamatan warga menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian cuaca. Dengan kombinasi mitigasi banjir, modifikasi cuaca, serta pengaturan transportasi, Pemprov berharap aktivitas warga tetap berjalan tanpa mengorbankan keamanan.
Jakarta, sekali lagi, belajar berdamai dengan cuaca bukan dengan pasrah, tetapi dengan kesiapan.

