INFOTANGERANG.ID- Setelah bertahun-tahun mengandalkan embarkasi di luar wilayah, embarkasi Banten yang berlokasi di Asrama Haji Grand El Hajj Banten, Cipondoh, Kota Tangerang penuh.

Tahun ini merupakan tahun pertama untu Banten memiliki embarkasi dan debarkasi penuh sendiri.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Samsudin, menyebut penetapan embarkasi Banten ini sebagai keputusan langsung Menteri Agama sekaligus tonggak penting dalam peningkatan layanan haji di daerah.

“Insyaallah pada haji 2026, Banten sudah sepenuhnya mandiri dengan embarkasi dan debarkasi sendiri. Total jamaah kita sebanyak 9.124 orang, termasuk petugas. Ini adalah penyelenggaraan perdana dan kita optimistis bisa berjalan dengan baik,” ujar Samsudin.

Dukungan Pemda Jadi Kunci Kesiapan Embarkasi Banten

Menurut Samsudin, kesiapan embarkasi Cipondoh tidak terlepas dari dukungan lintas sektor. Mulai dari Gubernur Banten hingga seluruh bupati dan wali kota di Provinsi Banten ikut terlibat dalam memastikan kesiapan layanan haji tahun depan.

Sinergi tersebut menjadi modal penting, mengingat perubahan status menjadi embarkasi penuh menuntut kesiapan menyeluruh, baik dari sisi fasilitas maupun manajemen jamaah.

Dari sisi infrastruktur, Asrama Haji Grand El Hajj Banten dinyatakan siap melayani seluruh jamaah haji asal Banten. Kompleks asrama ini memiliki tiga tower utama yang akan difungsikan selama proses pemberangkatan dan pemulangan.

“Tower pertama memiliki tiga lantai dengan 30 kamar, tower kedua tujuh lantai dengan 100 kamar, dan tower ketiga delapan lantai dengan 120 kamar. Seluruhnya akan digunakan untuk jamaah haji Banten,” jelas Samsudin.

Tak hanya itu, penyempurnaan fasilitas pendukung terus dilakukan, mulai dari perluasan area parkir, optimalisasi ruang makan, hingga peningkatan kenyamanan masjid di dalam kawasan asrama.

Rapat persiapan haji 2026 yang digelar saat ini difokuskan pada kesiapan administrasi jamaah, khususnya pengumpulan dokumen sebagai syarat utama pengajuan visa haji.

Samsudin menargetkan seluruh dokumen jamaah dapat rampung dalam waktu dekat. Ia bahkan berencana melakukan pemantauan langsung terhadap progres pengumpulan berkas pada awal pekan mendatang.

“Kami mengimbau jamaah mengikuti alur administrasi yang telah ditetapkan agar proses keberangkatan tidak terkendala,” tegasnya.

Dengan status embarkasi penuh, pola keberangkatan jamaah haji Banten akan berubah signifikan. Seluruh jamaah dari kabupaten dan kota di Banten nantinya akan masuk terlebih dahulu ke Asrama Haji Cipondoh.

“Jamaah akan menginap satu malam untuk pemeriksaan kesehatan akhir, pembagian gelang identitas, paspor, dan living cost. Setelah itu baru diberangkatkan menggunakan bus ke Bandara Soekarno-Hatta,” terang Samsudin.

Skema ini sekaligus menandai berakhirnya ketergantungan jamaah Banten terhadap Embarkasi Pondok Gede, Jakarta, yang selama ini digunakan.

Tak hanya jamaah, kesiapan petugas haji juga menjadi perhatian serius. Proses seleksi petugas kloter dan nonkloter telah berjalan dan kini memasuki tahap bimbingan teknis (bimtek) bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

“Kami tekankan pelayanan yang ramah, sigap, dan humanis. Banyak jamaah kita lanjut usia, sehingga pendekatan empatik menjadi kunci,” ujar Samsudin.

Menjelang Ramadan dan semakin dekatnya tahapan akhir persiapan haji, Samsudin mengingatkan calon jamaah untuk mulai menjaga kondisi fisik dan mental sejak dini.

“Haji adalah ibadah fisik. Jaga kesehatan, lengkapi administrasi terutama paspor, dan luruskan niat. Semoga seluruh jamaah Banten menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, haji 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kualitas pelayanan haji di Banten, sekaligus sumber kebanggaan baru bagi daerah.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter