INFOTANGERANG.ID- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mematangkan rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Terbaru, proyek PSEL Kota Tangerang memasuki tahap konsultasi audit bersama Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Banten sebagai bagian dari tindak lanjut rencana proyek strategis tersebut.
Konsultasi ini dilakukan untuk memperkuat tahapan perencanaan, khususnya setelah Pemkot Tangerang sebelumnya memaparkan ekspose awal proyek PSEL kepada BPKP.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa audiensi dengan BPKP Banten dimanfaatkan sebagai forum koordinasi lanjutan, terutama terkait aspek skema pembiayaan, pola kerja sama, serta kelayakan investasi proyek PSEL.
“Banyak hal yang dibahas, mulai dari kelayakan investasi, tata kelola proyek, mitigasi risiko, hingga kesiapan regulasi dan kelembagaan sebagai dasar pelaksanaan audit investasi,” ujar Wawan sebagaimana dilansir dari laman Pemkot Tangerang, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, tahapan ini menjadi krusial agar pelaksanaan proyek PSEL dapat berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Perwakilan BPKP Provinsi Banten menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap rencana proyek PSEL Kota Tangerang.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui fungsi pengawasan dan audit investasi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Banten, Rusdy Sofyan, menegaskan bahwa audit dilakukan untuk memastikan proyek dapat berjalan secara terukur dan akuntabel.
“Kami siap mendukung penuh agar rencana investasi PSEL Kota Tangerang dapat dilaksanakan secara prudent, terukur, dan akuntabel, serta memberikan nilai manfaat yang optimal bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” jelas Rusdy.
Melalui pertemuan ini, Pemkot Tangerang berharap terbangun kesamaan persepsi dengan BPKP Banten, sehingga proses audit investasi dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Wawan menambahkan, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan lembaga pengawasan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko proyek sekaligus menjamin keberlanjutan pembangunan lingkungan.
“Kami berharap audiensi lanjutan ini mampu mendukung pengambilan keputusan yang tepat, meminimalkan risiko, serta menjamin keberlanjutan pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kota Tangerang,” pungkasnya.
Proyek PSEL sendiri diproyeksikan menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung penyediaan energi ramah lingkungan di Kota Tangerang.

