INFOTANGERANG.ID- Aksi liar pengemudi Toyota Calya hitam melesat liar di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada Rabu 25 Februari 2026.
Pengemudi berinisial HM (24) itu sontak memancing perhatian publik setelah mobilnya menabrak sejumlah kendaraan di sepanjang jalan.
Namun fakta terbaru yang terungkap justru membuat kasus pengemudi Toyota Calya ini semakin menarik perhatian dan HM ternyata tidak sendirian di dalam mobil.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komaruddin, mengungkapkan bahwa saat kejadian, HM ditemani seorang wanita.
Pengakuan Pengemudi Toyota Calya
“Pengakuan sementara katanya pacarnya,” ujar Komaruddin saat dikonfirmasi, Kamis 26 Februari 2026.
Sayangnya, identitas wanita tersebut masih menjadi teka-teki. Polisi tidak menemukan satu pun kartu identitas yang dibawanya saat diamankan.
“Si wanita ini nggak bawa identitas sama sekali,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, HM mengaku memulai perjalanan dari Surabaya. Ia dan wanita yang bersamanya sempat bermalam di Karawang sebelum melanjutkan perjalanan.
Rencananya, mereka hendak berwisata ke kawasan Ancol. Namun perjalanan itu berubah drastis menjadi rangkaian aksi berbahaya di jalan raya.
“Pengakuannya berangkat dari Surabaya, sempat nginep di Karawang kemudian jalan-jalan mau ke Ancol,” jelas Komaruddin.
Alih-alih menikmati liburan, perjalanan tersebut justru berakhir di kantor polisi.
Dikejar Polisi karena Pelat Mencurigakan
Aksi ugal-ugalan HM bermula ketika petugas mencurigai kendaraan yang dikemudikannya menggunakan pelat nomor tidak sesuai. Polisi kemudian berupaya menghentikan laju mobil tersebut.
Namun bukannya menepi, HM justru tancap gas. Ia bahkan melawan arah di Jalan Gunung Sahari dan menabrak beberapa kendaraan lain di depannya.
Pengejaran itu akhirnya berujung pada penangkapan HM oleh aparat kepolisian. Saat ini ia diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tes Urine Negatif, Tapi Ada 4 Pasang Pelat Nomor Berbeda
Polisi telah melakukan tes urine terhadap HM. Hasilnya menunjukkan negatif dari pengaruh narkotika maupun zat terlarang lainnya.
Di dalam mobil, petugas menemukan empat pasang pelat nomor kendaraan bermotor (TNKB) dengan angka berbeda. Rinciannya, dua pelat berawalan huruf B, satu pelat G, dan satu pelat D.
“Dari hasil tes urine hasilnya negatif, namun di dalam mobilnya ditemukan 4 pasang TNKB berbeda angka,” ungkap Komaruddin.
Polisi kini masih mendalami kepemilikan dan legalitas pelat-pelat tersebut. Pelat asli kendaraan pun masih dalam proses verifikasi.
“Untuk pelatnya yang asli ini masih kami lakukan pendalaman, yang jelas tidak sesuai peruntukannya,” tegasnya.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pengemudi Toyota Calya yang berkendara secara membahayakan dan menggunakan pelat nomor yang diduga tidak sesuai aturan. Keberadaan wanita tanpa identitas di dalam mobil juga menjadi bagian dari pemeriksaan lanjutan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelanggaran lalu lintas bukan sekadar soal tilang, tetapi bisa berujung pada ancaman keselamatan banyak orang.
Di balik kemudi yang tak terkendali, selalu ada risiko yang tak bisa ditarik kembali. Dan di Jalan Gunung Sahari sore itu, risiko tersebut benar-benar menjadi nyata.

