INFOTANGERANG.ID-  Menjelang musim mudik Lebaran 2026, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap maraknya penipuan tiket bus dan kereta api yang beredar di berbagai platform digital.

Modus penipuan ini biasanya memanfaatkan media sosial, aplikasi percakapan, hingga situs pemesanan online palsu untuk menjaring korban, terutama calon pemudik yang kesulitan mendapatkan tiket resmi.

Lonjakan permintaan tiket transportasi menjelang Lebaran sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menawarkan promo tiket murah atau penjualan instan yang sebenarnya tidak pernah ada.

Modus Penipuan Semakin Canggih

Setiap tahun, cara pelaku penipuan semakin berkembang dan sulit dikenali. Mereka kerap menargetkan calon penumpang yang panik karena tiket resmi cepat habis.

Para pelaku biasanya menyebarkan iklan tiket murah atau menawarkan bantuan mendapatkan tiket secara cepat. Namun setelah korban melakukan pembayaran, tiket yang dijanjikan tidak pernah diberikan.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali beberapa ciri penipuan tiket mudik agar tidak menjadi korban.

6 Ciri Penipuan Tiket Bus dan Kereta Api

Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai sebelum membeli tiket transportasi menjelang mudik:

1. Harga tiket jauh lebih murah dari harga normal
Penipu biasanya menawarkan harga yang sangat murah agar calon korban tertarik tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

2. Mengaku sebagai agen resmi tanpa identitas jelas
Pelaku sering mengklaim sebagai perwakilan agen travel atau operator transportasi, namun tidak memiliki alamat kantor atau layanan resmi yang dapat diverifikasi.

3. Meminta pembayaran melalui rekening pribadi
Transaksi biasanya diminta melalui transfer ke rekening pribadi atau dompet digital tertentu, bukan melalui sistem pembayaran resmi perusahaan transportasi.

4. Mengirim tautan pemesanan mencurigakan
Link yang diberikan sering kali menyerupai situs resmi, tetapi sebenarnya merupakan halaman palsu yang dibuat untuk menipu korban.

5. Memberi tekanan agar segera membayar
Penipu biasanya mengatakan tiket hampir habis sehingga korban merasa panik dan langsung mentransfer uang tanpa mengecek kebenaran informasi.

6. Tiket tidak diberikan setelah pembayaran
Setelah korban mentransfer uang, pelaku biasanya sulit dihubungi atau bahkan menghilang tanpa memberikan tiket yang dijanjikan.

Penumpang Diminta Verifikasi Informasi

Pemilik perusahaan otobus Sumber Alam, Anthony Steven Hambali, juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap keberadaan agen tiket yang tidak jelas.

Ia menyarankan calon penumpang untuk selalu memastikan keaslian informasi melalui situs resmi perusahaan transportasi sebelum melakukan transaksi.

“Bisa cek di internet untuk menggunakan website resmi perusahaan bus AKAP tersebut,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak sembarangan membagikan data pribadi maupun melakukan pembayaran sebelum memastikan kebenaran informasi tiket yang diterima.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan membeli tiket hanya melalui kanal resmi, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang kerap muncul menjelang musim mudik Lebaran.

 

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter