INFOTANGERANG.ID– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dijadwalkan meresmikan rute baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta pada Kamis, 12 Maret 2026.

Kehadiran rute ini diharapkan menjadi pilihan transportasi publik yang lebih terjangkau bagi masyarakat yang hendak menuju bandara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa tarif layanan Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta tersebut masih dalam tahap perhitungan.

Meski demikian, untuk sementara tarifnya kemungkinan mengikuti tarif Transjakarta yang berlaku saat ini, yakni Rp3.500 hingga periode Idul Fitri.

“Untuk tiketnya berapa, saya belum putuskan. Tetapi sampai Idul Fitri kemungkinan masih sama dengan tarif yang ada sekarang,” ujar Pramono sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Rabu (11/3/2026).

Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta

Pramono menjelaskan, penetapan tarif final masih mempertimbangkan berbagai komponen biaya operasional.

Salah satu faktor yang diperhitungkan adalah adanya beberapa titik pemberhentian sebelum bus tiba di bandara.

Menurutnya, rute menuju Bandara Soekarno-Hatta memiliki beberapa titik berhenti yang turut menambah biaya layanan.

Oleh karena itu, pemerintah masih melakukan perhitungan agar tarif yang ditetapkan tetap terjangkau namun tetap mendukung operasional transportasi tersebut.

“Karena menuju bandara itu ada beberapa kali pemberhentian yang tentu ada biaya operasionalnya juga. Tapi nanti akan kami putuskan,” jelasnya.

Meski tarif final belum diumumkan, Pramono memastikan bahwa biaya perjalanan menggunakan Transjabodetabek menuju Bandara Soekarno-Hatta akan jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi lainnya, seperti taksi atau layanan transportasi daring.

Ia berharap rute baru ini bisa menjadi solusi transportasi bagi masyarakat yang ingin bepergian ke bandara dengan biaya yang lebih hemat.

“Yang jelas pasti jauh lebih murah dibandingkan menggunakan transportasi lain ataupun taksi,” katanya.

Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza menjelaskan bahwa rute baru ini akan dimulai dari kawasan Blok M.

Bus kemudian melintasi sejumlah titik strategis di Jakarta sebelum masuk jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Rutenya meliputi Blok M, kawasan Sudirman, area MPR/DPR, lalu masuk ke jalan tol dan berhenti di beberapa halte yang berada di pinggir jalan hingga akhirnya tiba di bandara.

Menurut Welfizon, halte yang digunakan bukan berada di jalur tengah seperti koridor Transjakarta pada umumnya, melainkan di halte yang berada di trotoar pinggir jalan.

Untuk menunjang kenyamanan penumpang, Transjakarta akan mengoperasikan bus Metrotrans berwarna oranye dengan desain lantai rendah (low entry) di rute ini.

Jenis bus tersebut dipilih agar penumpang yang membawa koper atau barang bawaan besar bisa naik dan turun dengan lebih mudah.

“Busnya menggunakan Metrotrans yang lantainya rendah, sehingga memudahkan mobilisasi koper dan barang bawaan penumpang,” kata Welfizon.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Infotangerang
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Infotangerang
Follow
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter